Penanaman kedele dianjurkan di lokasi yang mempunyai pengairan cukup dan biasa untuk tanaman jagung. Waktu terbaik untuk penanaman kedele saat menjelang musim hujan. Apabila penanaman dilakukan pada musim hujan hasil tanamannya memang bagus tetapi hasil produksi kedele tidak terjamin alias kurang memuaskan. Produksi kedele terbaik berada di lokasi ketinggian tempat kurang lebih 750 meter diatas permukaan laut. Keberhasilan tanaman kedele selain ketinggian tempat juga dipengaruhi faktor lingkungan disekitar tanaman kedele yaitu, tanah dan iklim1. TanahTanaman kedele sebenarnya juga dapat tumbuh disembarang jenis tanah sayangnya untuk hasil produksi kedele tidak selalu memuaskan keberhasilannya. Tanah yang dipersyaratkan untuk tanaman kedele untuk bisa menghasilkan produksi kedele yang tinggi harus tanah yang gembur, dengan struktur tanah lempung berpasir atau liat berpasir Kedalaman olah tanah juga dapat menjadi media pendukung pertumbuhan akar. Artinya semakin dalam olahan tanah akan menjadikan ruang pertumbuhan akar kedele yang lebih bebas sehingga akar tunggang yang terbentuk semakin kokoh dan dalam.2. IklimTanaman kedele dapat tumbuh dengan suhu yang beragam antara suhu tanah 25 - 27 derajat Celcius dengan lama penyinaran penuh minimal 10 jam/hari. Suhu yang tepat untuk proses perkecambahan kedele 30 derajat Celcius. Bila suhu rendah kurang dari 20 derajat Celcius proses perkecambahan kedele menjadi sangat lamban. Dengan suhu yang lebih dari 30 derajat Celcius akan menyebabkkan kematian pada biji kedele. Selain suhu tanah juga perlu dierhatikan suhu di lingkungan sekitar tanaman kedele yang akan berpengaruh pada proses pembungaan kedele. Suhu terbaik untuk kedele berkisar 24 - 25 derajat Celcius. Jika suhu lebih kecil akan berpengaruh pada proses pembungaan dan pembentukan polong. Suhu lingkungan lebih tinggi di masa tanaman berbunga akan berdampak pada rontoknya bunga dan menimbulkan jumlah biji dan polong berkurang.Pengaruh lain yang juga ikut memberikan dampak pada keberhasilan tanaman kedele selain suhu tanah dan suhu lingkungan adalah panjang hari penyinaran yang juga dikenal dengan istilah photo periode. Tanaman kedele masuk pada golongan tanaman hari pendek. Artinya tanaman kedele tidak akan berbunga bila panjang hari melebihi batas kritis yaitu 15 jam perhari. Juga jangan meremehkan curah hujan. Kebutuhan air yang diperlukan tanaman kedele tergantung dari kondisi iklim, sistem pengelolaan tanaman dan lama periode tumbuh. Secara normal kebutuhan air untuk tanaman kedele selama masa pertumbuhan kedele sekitar 350 -450 mili meter. Kebutuhan air pada tanaman kedele akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur tanaman kedele.Perlu diingat ada beberapa periode yang harus mendapatkan kepedulian tentang kebutuhan air yang diperlukan tanaman kedele, yaitu 1). pada masa perkecambahan, air sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan tanaman kedele. 2) pada masa berbunga dan pengisian polong masa yang membutuhkan air paling tinggi..Untuk menghasilkan produksi kedele yang optimal sebaiknya penanaman kedele dilakukan menjelang musim hujan setelah penanaman padi pada bulan Oktober. Tanaman akan tumbuh subur dan akan menguntungkan jika ;1. Lahan yang digunakan untuk menanam bertanam gembur dengan pengolahan tanah yang dalam2. Kandungan unsur hara tanah banyak mengandung pospat, kalium, nitrogen, kapur dan magnesium3. Jenis tanah tidak masam. Jika jenis tanah masam tidak memungkinkan adanya kerjasama yang baik antara kedele dengan bakteri Rhizobium4. Lahan penanaman kedele dianjurkan untuk menggunakan lahan yang sudah pernah ditanami kedele. Bila lahan belum pernah dilakukan penanaman kedele harus dilakukan pencampuran bibit kedele dengan tanah yang berasal dari lokasi penanaman kedele5. Tanah yang digunakan menanam kedele bila tanah berpasir harus banyak menggunakan pupuk6. Bukan merupakan tanah yang banyak rumput7. Lokasi penanaman kedele harus mudah diairi dan mudah pula dibuang airnya8. Hindarkan lokasi penanaman kedele dari pohon pohon yang menaungi tanaman kedele Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP CiawiSumber ;1. Rismunandar, Bertanam Kedele, Penerbit Tarate Bandung, 19722. Dr T. Adisarwanto, Kedele , Penebar Swadaya, Cetakan 1 , 2005