Loading...

Pertanian Cerdas Iklim Perkuat Peran Kostratani BPP Ajung

Pertanian Cerdas Iklim Perkuat Peran Kostratani BPP Ajung
Pertanian Cerdas Iklim Perkuat Peran Kostratani BPP Ajung Penulis : Fajriyah Ulfah, S.TP., MP*) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan. Dari kegiatan SIMURP diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) dengan fokus pada kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA) atau Pertanian Cerdas Iklim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya di daerah irigasi proyek SIMURP. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. “Kegiatan SIMURP Berbasis CSA sangat positif.Karena mendukung ketahanan pangan berkelanjutan serta mengantisipasi dampak negatif perubahan ekstrim iklim global. Yang tentunya mampu meningkatkan produksi pertanian juga pendapatan petani,” ujarnya. Program SIMURP dimulai tahun 2019 direncanakan sampai dengan tahun 2024, diawali dengan pelaksanaan Training of Master (TOM). Selanjutnya tahun 2020 ini merupakan kegiatan utama, yang meliputi : (1) Training of Trainers (TOT), Training of Farmer (TOF) Berbasis CSA; (2) Dukungan Penerapan Teknologi CSA Padi dan Non Padi (High Value Crop); (3) Penguatan Balai Penyuluhan Pertanian Berbasis CSA; dan (4) Pengembangan Produk dan Jejaring Pasar (market linkage). Lebih lanjut Dedi Nursyamsi menyampaikan Kementan akan turut mengawal implementasi kegiatan SIMURP Berbasis CSA di lapangan melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kostratani. Kostratani adalah kependekan dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi melalui optimasi tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian. “Ujung tombak untuk menjalankan program-program Kementan ada di Kostratani. Mereka turut mengawal target Pembangunan Pertanian, yaitu menyediakan pangan untuk 267 juta jiwa rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, juga meningkatkan ekspor,” tambah Dedi. Pelaksana SIMURP Provinsi Jawa Timur ada di satu kabupaten yaitu Kabupaten Jember, yang meliputi dua Daerah Irigasi (DI) yaitu DI Talang dan DI Pondok Waluh. Terpilihnya Kabupaten Jember sebagai pelaksana SIMURP dijelaskan oleh Dwi Purnomo, salah satu Widyaiswarapada kegiatan TOT Berbasis CSA yang bertempat di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan (10-13 Agustus 2020), bahwasanya Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra penghasil komoditas pertanian terbesar di Jawa Timur. Oleh karena itu salah satu dampak negatifnya Kabupaten Jember juga menjadi penyumbang emisi GRK tertinggi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian di Jawa Timur, diikuti Kabupaten Banyuwangi. Sedangkan emisi GRK hasil kegiatan peternakan tertinggi di Kabupaten Sumenep, diikuti Kabupaten Jember. Kegiatan TOT ini diikuti oleh 20 petugas dari empat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) pelaksana SIMURP, salah satunya yaitu BPP Ajung. Sejalan dengan perannya sebagai BPP Kostratani, maka dalam kegiatan SIMURP Berbasis CSA ini BPP Ajung siap berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, termasuk juga pusat pengembangan jejaring kemitraan di tingkat kecamatan.Di samping itu, para petugas Penyuluh Pertanian yang ada di BPP Ajung sesuai tuntutan perannya dalam Kostratani siap untuk lebih aktif dalam mendampingi petani yang tergabung di kelompoktani/gapoktandalam mencapai Pertanian Cerdas Iklim (CSA) dan bertindak sebagai fasilitator di wilayah binaannya. Sesuai instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan, “Petani dan Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Mereka tidak boleh berhenti, karena pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun. Namun, tetap jalankan protokol pencegahan Covid-19. Agar petani dan penyuluh sehat dan produktivitas meningkat.” Untuk itu, BPP Ajung dalam waktu dekat akan segera melakukan tindak lanjut berupa Training of Farmer (TOF) ini kepada para petani yang berada di sepanjang aliran DI Talang yang meliputi Kecamatan Ajung dan Kecamatan Jenggawah menuju budidaya pertanian yang cerdas iklim (CSA). *Penulis adalah Penyuluh Pertanian di DInas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab Jember