Latar Belakang Sejarah menunjukan bahwa upaya peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan dapat tercapai dengan penerapan input teknologi, akan tetapi keberlanjutan produksi tidak dapat dipertahankan. Penurunan produktifitas tanaman disebabkan oleh beberapa faktor antara lain terbatasnya input teknologi sesuai rekomendasi anjura dan degradasi lahan. Pertanian konservasi sebagai salah satu solusi yang dapat diaplikasikan untuk memperbaiki, memelihara dan mempertahankan sumber daya lahan. Pertanian Konservasi sebagai salah satu langkah konstruktif yang dikembangkan guna peningkatan kualitas berpikir penyuluh pertanian, sehingga mampu memperbaiki pola pendampingan dan penerapan teknologi pertanian ke tingkat kelompok tani dan petani. Pratek lapangan penerapan Pertanian Konservasi bagi penyuluh pertanian lapangan (PPL) dimaksudkan agar peserta mampu menerapkan tahapan pelaksanaan kegiatan pertanian konservasi berdasarkan kondisi spesifik lokalita. Aplikasi Pertanian Konservasi di lahan BPP Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada, diharapkan dapat menjadi Demplot pembelajaran bagi PPL, Kelompok tani dan Petani di sekitar wilayah kerja BPP Golewa. Metode Pelaksanaan : Pratek Lapangan Pelaksanaan kegiatan pratek lapangan PK di lahan BPP Golewa melibatkan kelompok tani Karya Tani sebagai kelompok pelaksana PK. Oleh karena itu sebelum pratek lapangan, dilakukan sosialisasi sekaligus identifikasi poktan pelaksana PK, sehingga penyuluh dan kelompoktani mempunyai keseragaman presepsi tentang apa yang akan dilakukan. Pelaksanaan Kegiatan Persiapan Menyiapkan alat dan bahan ; Alat : Pacul Skop Linggis Tali rafia Ember Ajir Karung Alat tanam Meter roll Bahan : Benih jagung dan kacang kacangan Bokashi Jerami Tahapan Pelaksanaan Lahan Demplot dibagi menjadi tiga bagian dengan ukuran panjang = 19 m, lebar = 7 m dan lorong antara bidang selebar = 1 m. Bidang I yang terletak paling timur diperuntukan kegiatan olah lubang, dengan ukuran lubang tanam ; 40x40x40 cm Jarak antar lubang dalam baris 40 cm dan antara baris 80 cm, mengingat tingkat kemiringan lahan > 5%, maka diterapkan pola segitiga sama kaki untuk lubang antara baris. Tanah galian dipisahkan antara tanah lapisan top soil dan tanah dasar Jumlah lubang tanam sebanyak 63 lubang tanam. Setelah lubang tanam dirapikan, campurkan tanah lapisan topsoli dengan bokashi sebanyak 5 kg/lubang, masukan tanah dasar ke dalam lubang tanam ± ¼ bagian lubang tanam, lalu masukan campuran bokashi dan topsoil kedalam lubang hingga penuh dan membentuk cembung ke atas permukaan lubang tanam. Pembuatan lubang tanam jagung dengan ukuran 40x40 dan ditambahkan satu lubang tanam di tengahnya, selanjutnya pembuatan lubang tanam untuk kedelai di lorong antar baris lubang tanam jagung dengan jarak 20 cm dari bibir lubang tanam jagung dan 20 cm dalam baris kedelai. Penanaman jagung sebanyak 1 biji per lubang tanam, sedangkan untuk kedelai 2 biji per lubang tanam. Pemulsaan dengan cara menebarkan jerami di atas permukaan bidang lahan I secara merata, dengan ketebalan jerami ± 0,5 s/d 1 cm. Pembuatan jalur tanam dengan menggunakan handtractor pada lahan III, dengan jarak antara jalur 80 cm. Pemberian pupuk dasar Bokashi sebanyak 2,5 kg per meter, selanjutnya bokashi dicampur secara merata dengan tanah hasil pembentukan alur. Penanaman jagung dengan menggunakan alat tanam yang mana jarak tanamnya telah diatur pada alat tanam yang digunakan (20cm x20 cm) dengan jumlah benih jagung 1 biji per lubang tanam. Pembuatan lubang tanam kedelai dalam jalur jagung dengan jarak 20 cm dari jalur jagung dan 20 cm dalam baris kedelai. Penanaman kedelai dengan jumlah benih 2 biji per lubang tanam. Pemulsaan dengan cara menebarkan jerami secara merata dengan ketebalan 0,5 sampai dengan 1 cm di atas permukaan lahan III. Pada lahan II sebagai pembanding, diterapkan pola budidaya konvensional dengan pola tanam tumpangsari jagung dan kedelai, tanpa pemulsaan. Profil Kelompoktani Pelaksana PK Nama Kelompoktani : Karya Tani Tahun Berdiri : 2014 Kelas kemampuan : Madya Alamat : Desa Malanuza Kec. Golewa Jumlah anggota : 16 0rang Luas lahan : 12,5 ha Komodytas unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pengelaman kegiatan Pertanian Konservasi (PK) : Kegiatan usahatani anggota kelompok masih mengedepankan capaian tingkat produktifitas, dengan penerapan berbagai input teknologi. Tingkat Produktifitas jagung dan kacang-kacangan masih belum mencapai target nasional. Sedangkan hortikultura sudah cukup maksimal dengan penerapan input teknologi yang cukup lengkap.PK belum mendapat perhatian dari kelompok karena presepsi pertanian berkelanjutan dan selaras alam masih sebatas wacana di tingkat kelompoktani. Lahan Pratek Gambar di atas menunjukan aktifitas PPL dan petani pelaksana pratek PK di lahan BPP Golewa. Ukuran lahan untuk kegiatan PK adalah Panjang 38 m dan lebar 23 m, dengan tingkat kemiringan lahan 5%. Hasil analisis Agroekosistem Pelaksanaan PK diawali dengan pembuatan lubang tanam pada kegiatan olah lubang. Sebelum pembuatan LT diawali dengan pengamatan agroekosistem yang tersebar di permukaan lahan. Adapun jenis makhluk hidup yang berada di permukaan lahan adalah semut hitam,belalang dan laba-laba. Pada saat penggalian dengan kedalaman ± 10 – 25 cm ditemukan cacing tanah, kumbang tanah(45), lipan(1), rayap, dan semut hitam. Sedangkan pada kedalam lebih dari 30 cm jarang ditemukan mikroorganisme, hal ini menunjukan bahwa kandungan BO tanah sebagai sumber makanan bagi MO sangat minim. 4.Rencana Tindak Lanjut disesuaikan dengan laporan RTL yang sudah dikumpulkan Pengamatan lanjutan akan dilakukan oleh kelompoktani Karya Tani pada petak percobaan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut : Pengamatan pada hari ke 4-5 untuk mengetahui pertumbuhan awal tanaman jagung dan kedelai yang ditanam, Pengaturan ketebalan mulsa sehingga tidak mengganggu pertumbuhan awal tanaman jagung dan kedelai. Memperhatikan tingkat kelembabpan tanah. Oleh: Yohanes Viany Holo,S.ST NIP.197501312005011011