Loading...

PERTANIAN MASA DEPAN

PERTANIAN MASA DEPAN
PERTANIAN MASA DEPAN A. LATAR BELAKANGPertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untukmenghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelolalingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalampertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam sertapembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatanmikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan kejudan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkuppertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDBdunia. Sejarah Indonesia sejakmasa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan,karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukanberbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkandata BPS tahun 2002, bidang pertanian di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar44,3% penduduk meskipun hanya menyumbang sekitar 17,3% dari total pendapatan domestikbruto.Kelompok ilmu-ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmupendukungnya. Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan ekonomi. Karena pertanianselalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah,meteorologi, permesinan pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian.Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulankegiatan yang dilakukan dalam budidaya. Petani adalah sebutan bagi mereka yangmenyelenggarakan usaha tani.Meningkatkan produksi pertanian suatu negara adalah suatu tugas yang kompleks, kerenabanyaknya kondisi yang berbeda yang harus dibina atau diubah oleh orang ataupun kelompokyang berbeda pula. Seperti halnya permasalahan pertumbuhan penduduk yang tinggi yangmengimbangi permintaan atas kebutuhan pangan meningkat pesat, namun hal tersebut tidakdiimbangi dengan produksi hasil pertanian yang mampu untuk memenuhi permintaankebutuhan akan bahan pangan. Namun hal itu juga mendorong para petani untuk mencobamenanam jenis-jenis tanaman baru, dan dengan bantuan para insinyur dan para peneliti untukmengembangkan varietas tanaman tersebut dengan menemukan teknik penggunaan pupuk,mengatur kelembapan tanah yang lebih maju serta menggunakan teknologi pertanian yanglebih maju untuk mengembangkan pembangunan pertanian ke arah yang lebih baik sehinggamampu untuk memenuhi kebutuhan pangan dari jumlah masyarakat yang terus meningkat.B. PENGERTIAN PERTANIAN MASA DEPANPertanian masa depan adalah pertanian berkelanjutan, berlanjut untuk saat ini, saat yang akandatang, dan selamanya. Artinya pertanian tetap ada, bermanfaat dan tidak menimbulkanmasalah bagi semuanya. Pertanian ini meliputi komponen fisik, biologis, dan social ekonomiyang direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan:1. Pengurangan input bahan-bahan kimia di bandingkan pada sistem pertanian tradisional2. Pengendalian erosi tanah dengan baik3. Pengendalian gulma4. Memiliki efisiensi kegiatan pertanian dan bahan-bahan input maksimum5. Pemeliharaan kesuburan tanah dengan menambahkan nutrisi tanaman6. Penggunaan dasar-dasar biologi pada pelaksanaan pertanian7. Dapat berlanjut secara ekonomis8. ManusiawiPertanian masa depan yang mempertahankan keberlangsungannya, keberlanjutannya dapatdilakukan dengan mengadakan pertanian organik, dan atau pertanian agroforestry. Pertanianorganik yaitu pertanian yang ramah lingkungan, dengan hasil yang bersifat ramah lingkungandan sehat serta bernilai gizi tinggi. Menghormati seluruh kehidupan adalah prinsip yangmenakjubkan dari pertanian organik. Pertanian agroforetry adalah pertanian berdasarkanfungsi hutan, yaitu menyerap dan menyimpan air ketika musim hujan dan mengeluarkancadangan air dalam tanah tersebut melalui mata air. Didalamnya dikembangkan kombinasiproduksi tanaman budidaya, tanaman hutan, dan hewan-hewan pada lahan yang sama.C. POLA PERTANIAN MASA DEPAN a. Pertanian KonvensionalPertanian konvensional adalah pertanian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar petani diseluruh dunia saat ini. Pertanian ini mengandalkan input dari luar sistem pertanian, berupaenergi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan bermututinggi. Pada masa yang akan datang sistem pertanian ini akan lebih ramah lingkunganbersamaan dengan lebih banyak input teknologi. Perkembangan atau kemajuan pertaniankonvensional pada masa depan dibandingkan masa sekarang terjadi karena peran penelitianbidang ekofisiologi dan pumuliaan tanaman, serta karena tuntutan masyarakat. Kemajuan ituantara lain berupa:1. Digunakannya varietas-varietas tanaman yang lebih produktif, lebih bermutu, lebih tahanatau toleran pada hama dan penyakit utama, lebih tahan pada kekurangan air dan hara, sertadapat berproduksi tinggi pada lahan-lahan marginal.2. Lebih memanfaatkan biota di lingkungan pertanian, baik untuk meningkatkan kesuburanlahan, maupun toleransi terhadap OPT.3. Penggunaan pupuk akan lebih bijaksana, berdasarkan Integrated Plant nutrition System,sehingga tidak berlebih, berdasarkan kebutuhan riel tanaman, tidak banyak yang tercuci danmencemari lingkungan.4. Penggunaan pestisida akan sangat berkurang; pengendalian organisme pengganggu tanamanakan berdasarkan PHT.5. Konsolodasi lahan-lahan pertanian akan terjadi, sehingga pengelolaan sistem produksi akanlebih mudah.6. Tenaga kerja di pertanian berkurang karena urbanisasi dan menjadi pekerja pada sektorindustri, sehingga:? terjadi peningkatan mekanisasi pertanian,? input energi biologi (tenaga ternak atau tenaga manusia) akan banyak diganti energi mekanikberbasis biologi, seperti biodisel maupun bioetanol,? daya tawar petani dan buruh tani lebih tinggi, sehingg kesejahteraannya meningkat.7. Produktivitas pertanian akan meningkat lagi setelah leveling off yang terjadi bisadiatasi.Produksinya juga lebih bermutu, lebih bergizi, lebih aman karena sistem pertaniandikelola dengan lebih baik.8. Petani akan mempunyai catatan pertanian, sehingga tuntutan terhadap traceability dapatdipenuhi. b. Pertanian Konservasi Pertanian Konservasi juga akan meluas. Ada kelompok-kelompok masyarakat yangmempunyai tuntutan terhadap pangan yang bebas pestisida dan bebas dari pupuk kimia, sertakelompok yang ingin agar pertanian tidak mencemari lingkungan. Dua kelompok masyarakatini akan semakin besar di dunia, demikian pula di Indonesia.Produktivitas sistem ini padaumumnya rendah, lebih-lebih pada beberapa tahun kemudian; mutu fisik/visual produk jugarendah, tetapi keamanannya tinggi dan dipercaya oleh sebagian konsumen nilai zatberkhasiatnya yang terkadung di dalamnya tinggi.Namun, karena adanya permintaan yangsemakin besar dari kelompok-kelompok ini akan mendorong semakin luasnya pertaniankonservasi. Pada pertanian konservasi, prinsip utamanya adalah pertanian yangmengandalkan dan berusaha mempertahankan kelestarian alam. Dengan pertanian konservasidiusahakan agar tidak terlalu banyak gangguanan ekosistem dalam alam pertanian. Pertanianini lebih mengandalkan mekanisme ekobiologi dari alam sehingga input yang diberikan padasistem pertanian ini diusahakan serendah mungkin. Kalaupun intu diberikan, maka inputtersebut berupa bahan-bahan organik alamiah yang bukan hasil budaya. Studiekofisiologi akan memegang peran penting dalam meningkatkan produktivitas dankelestarian sistem ini. c. Pertanian Dengan Teknologi Tinggi Pertanian Teknologi Tinggi juga akan meningkat pada masa depan. Pertanian ini akan sngatproduktif, produknya bermutu tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada didalamnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Karena itu, pertanian ini memerlukan input tinggi,baik berupa teknologi, bahan-bahan kimia maupun energi.Pertanian ini bisa mengatasikendala dan hambatan alam, bisa sangat efisien tepai bisa juga tidak efisien. Pertanian inijuga mungkin tidak menyebabkan degradasi lahan pertanian, maupun alam sekitar karenatidak mengandalkan alam dalam produksi. Pertanian ini lebih mengandalkan teknologi daninput dari hasil budaya. Pertanian ini hanya akan melibatkan pemodal besar, bukanpetani. Karena itu ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian:1. Apakah sistem ini benar-benar efisien; tidak hanya dari efisiensi ekonomi, tetapi juga teknik,energi, budaya, dan sosial?2. Apakah sistem ini bebar-benar aman bagi planet bumi, tidak sekedar lingkungan sempitlahan pertanian; baik pada masa kin i maupun masa jauh ke depan?Studi ekofisologi akan dapat membantu dalam memecahkan pertanyaan-pertanyaan ini.D. SISTEM PERTANIAN MASA DEPAN a. Pertanian Masa Depan Di Dalam Dan Bawah TanahSistem pertanian masa depan tak lagi mengandalkan pertanian di lahan luar, melainkanbergeser ke pertanian dalam ruang. Dalam sistem ini, keberadaan sinar matahari dan curahhujan menjadi tak penting karena kondisi iklim diatur. Bercocok tanam dalam ruangan dapatdilakukan di gedung-gedung tinggi, dalam bunker bawah tanah , maupun ditenggah padangpasir. Sistem bercocok tanam ini menggunakan ruang tanpa jendela dengan cahaya, suhu,kelembaban , kualitas udara, dan nutrisi bagi tanaman yang diatur ketat.Ruagan itu merupakan pengembangan rumah kaca, tetapi tanpa melibatkan cahaya alam.Cara itu diyakini mamu memenuhi kebutuhan pangan global secara berkelanjutan karena takbergantung pada musim dan cuaca ektrim. Hasil pertanian relatif besar. Dari ruang 100 meterpersegi yang dibuat 14 lapis bidang tanam, mampu menghasilkan sayur dan buah untuk140.000 orang, masing-masing 200 gram. Namun , sistem itu tidak untuk tanama yang butuhruang luas, seperti jagung, beras dan kentang. Peneliti platlab, perusahaan swasta di denbosch, belanda, gertjan meeuws, kepada AFP, mengatakan tanaman hanya memanfaatkancahaya matahari dalam panjang gelombang tertentu.Di alam meereka beradaptasi berbagai panjang gelombang. Dalam ruangan, tanamandiarahkan untuk beradaptasi dengan panjang gelombang yang dibutuhkan saja.Ujilaboratorium yang dilakukan Meens dan rekannya menunjukan,sejumlah sayuran dan buahberhasil di tanam hanya mengunakan penerangan cahaya merah dari lampu LED (light-emiting diode) dan merah .teknik pencahayaan itu mampu menghasilkan laju pertumbuhantanaman tiga kali lebih cepat dibandingkan tanaman di rumah kaca biasa.Pertanian modern,masa depan pertanian,sistem pertanian, pertanian dalam ruang. b. Pertanian Menggunakan Seni Dalam Pengolahan Lahan (Visualisasi)Seni menanam yang sangat telaten dan menakjubkan bermunculan di sawah-sawah di Jepang.Para petani menciptakan tampilan mural besar tanpa menggunakan tinta atau pewarna.Sebaliknya, tanaman padi dengan warna-warna berbeda diatur dengan tepat sehingga tumbuhalami di sawah. Sehingga saat musim panas, tanaman tumbuh dan jika dilihat dari atas, karyaseni yang rinci mulai muncul. Pertanian di Indonesia yang akan datang akan menerapkansistem ini, karena sistem ini mampu menjadi kawasan agrowisata yang memiliki nilaikomersial. c. Pertanian Menggunakan Sistem Komputerisasi Dan Teknologi CanggihPada sistem pertanian ini menggunakan sistem komputerisasi dan teknologi canggih, dimanapada saat pelaksanaannya tidak menggunakan banyak tenaga kerja, tetapi hanyamenggunakan beberapa pekerja sebagai operator untuk mengatur penggunaan segala macamjenis alat dan sistem dalam pertanian. Tentu saja sistem ini menggunakan sistem yang palingtercanggih dengan operator yang handal. Selain itu perkembangan pengetahuan para petani dimasa mendatang akan lebih berkembang dibandingkan para petani di masa sekarang yangdipengaruhi perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga membuat para petanidimasa yang akan datang tidak akan canggung dengan adanya sistem pertanian semacam ini. d. Pertanian Di Dalam Gedung Dan PerkotaanWacana krisis pangan global makin menghangat akhir-akhir ini, berbagai media lokal daninternasional mulai ramai memberitakan berbagai hal yang berkaitan dengan masalah iniseperti menjadi bukti bahwa mimpi buruk yang sudah diramalkan tersebut akan segeramenjadi kenyataan. Melambungnya harga pangan dan beberapa peristiwa kelaparan yang saatini terjadi di belahan dunia memang bukanlah kejadian yang baru, namun intensitasnya akhir-akhir ini memang mebuat miris.Melambungnya harga pangan dunia dikarenakan berbagai hal. Pertambahan jumlah pendudukyang tidak diimbangi oleh pertambahan jumlah persediaan pangan adalah salah satunya.Daerah pedesaan mengalami kekurangan resource dalam menjalankan peran sebagai supplier.Eksodus warga pedesaan menuju area kota seperti tak terbendung, menggantungkan harapanpada pertanian seperti menjadi opsi ke sekian bagi mereka.Di latar belakangi hal tersebut lalu munculah sebuah konsep unik membawa pertanian keperkotaan. Adalah New York magazine yang meminta empat orang arsitek untuk membuatporposal konsep pertanian vertikal, yaitu mencoba membuat daerah perkotaan lebih mandiridengan menyulapnya menjadi daerah pertanian dan memangkas jalur bahan pangan.Menarik sekali melihat beberapa konsep design pertanian futuristik tersebut. Lihat sajabeberapa yang gambar di bawah ini :E. TUNTUTAN DAN TANTANGAN PERTANIAN MASA DEPAN a. Tuntutan Kebutuhan KonsumenPerubahan gaya hidup dan cara pandang terhadap pangan masyarakat Indonesia pada masayang akan datang akan berubah. Kecenderungan karakter konsumen yang akan terjadi padamasa depan dan sudah mulai dapat dirasakan saat ini antara lain adalah tuntutan konsumenterhadap keamanan, nilai gizi, cita rasa, dan ketersediaan pangan akan meningkat pesat. Padamasa depan akan semakin banyak orang yang makan di luar rumah, dan semakin banyakmakanan instan di rumah. Keamanan dan mutu pangan akan menjadi isue penting, walaupunmungkin ketahanan pangan masih menjadi isue yang tidak kalah penting.Di Indonesia, pasar modern (hypermarket, supermarket, minimarket) akan tumbuh denganlaju pertumbuhan yang sangat tinggi. Walaupun jumlah supermarket chain besar berkurang,tetapi yang bertahan makin besar, sehingga keseimbangan kekuatan bergesar dariprodusen/petani ke perusahaan multinasional. Kondisi ini akan menyebabkan adanyakompetisi antara produk pangan domestik dengan produk impor (yang sering kali lebihberkualitas dengan harga yang lebih murah). Tuntutan konsumen terhadap produk pertanianpada masa depan akan semakin meningkat, yang mau tidak mau, akan mempengaruhikecenderungan manajemen produksi tanamanan. Tuntutan konsumen tersebut antara lainadalah:1. Produk pertanian harus benar-benar aman, bebas dari cemaran, racun, pestisida, & mikrobaberbahaya bagi kesehatan. Aturan mengenai batas maksimum residu (MRL = maximumreside limit) pestisida akan semakin ketat, sehingga akan mempengaruhi pengelolaan dalamperlindungan tanaman. Produk pangan juga harus bebas dari kandungan zat berbahaya,termasuk logam berat dan racun. Keracunan sianida dari singkong, Hg dari ikan, Pb darikangkung dan sebagainya tidak akan terjadi lagi. Produk juga harus bebas dari berbagaicemaran. Bahan pengawet dan pewarna yang tidak diperuntukkan untuk pangan, sepertiformalin, tidak akan digunakan sama sekali.Kasus pencampuran minyak solar ke CPO sepertiyang terjadi pada beberapa waktu yang lalu tidak akan terjadi lagi. Cemaran biologi, baikyang berbahaya bagi kesehatan manusia maupun bagi pertanian akan dicegah. Sanitary andPhytosanitary Measuresakan semakin diperketat di karantina. Peneliti Indonesia harusmempersiapkan diri menghadapi hal-hal tersebut.2. Produk pangan juga dituntut mempunyai nilai gizi tinggi dan mengandung zat berkhasiatuntuk kesehatan. Konsumen menghendaki informasi mengenai kandungan fitokimia yangberkhasiat untuk meningkatkan kesehatan dalam produk pangan. Karena itu penelitianmengenai manfaat produk-produk pertanian tanaman pangan Indonesia perlu mulai segeradilakukan. Pengetahuan indigenous mengenai manfaat produk pangan perlu dibuktikan secarailmiah dan diketahui apa fitokimia yang terkandung di dalamnya.3. Produk pangan juga harus mempunyai mutu tinggi, tidak sekedar enak. Mutu adalah segalahal yang menunjukkan keistimewaan atau derajad keunggulan sesuatu produk. Mutu ataukualitas juga dapat dipahami sebagai kecocokan suatu produk dengan tujuan dariproduksi. Dengan demikian, mutu merupakan gabungan dari sifat-sifat atau ciri-ciri yangmemberikan nilai kepada setiap komoditas yang terkait dengan maksud penggunaankomoditas tersebut. Secara singkat mutu termasuk semua hal yang dapat memuaskanpelanggan. Menurut versi Codex Alimentarius Standar mutu termasuk masalah tampilanproduk seperti keutuhan, keseragaman, kebebasan dari cacat, hama dan penyakit, tingkatkematangan, kesegaran, kebersihan, ketahanan dalam transportasi dan penanganan,dan kemampuan agar mutu produk bertahan tetap baik sampai tujuan. Kelas, kode ukuran,kemasan dan label juga menjadi hal yang penting dalam mutu produk. Produsen pertanianperlu melakukan pembenahan dalam sistem produksinya agar dapat memenuhi kepentingankonsumen.4. Produk pertanian harus diproduksi dengan cara yang tidak menurunkan mutu lingkungan.Tuntutan terhadap kelestarian lingkungan akan semakin ketat, padahal pada saat yang samatekanan populasi terhadap sumberdaya lahan semakin kuat.Karena itu peneliti Indonesiaperlu mengembangkan teknologi pertanian yang dapat menjamin produksi pangan yangmemenuhi tututan konsumen namun tetap dapat menjaga kelestarian lingkungan, mencegahpencemaran tanah dan air, mencegah erosi dan hal-hal lain yang menyebabkan penurunankualitas lingkungan.5. Produk pertanian juga harus diproduksi dengan memperhatikan keselamatan dankesejahteraan petani dan pekerja.6. Mempunyai traceability. Cara produksi pangan harus dapat dirunut dari pasar sampaikebun. Data-data harus transparan dan jujur. Karena itu catatan aktivitas di kebun dan rantaipasar harus menajdi perhatian.7. Produk pangan harus tersedia dalam waktu yang tepat. Selain persyaratan di atas, produkpertanian harus tersedia dan tepat waktu. Untuk produk pangan tertentu kontinyuitaspenyediaan menjadi faktor yang sangat penting.8. Harga jual produk pertanian harus kompetitif. Untuk itu efisiensi dalam produksi, dalamdelivery harus dilakukan. Harus dikembangkan supply chain management (SCM) yangberkeadilan dan berorientasi pada nilai produk. b. Tantangan Pertanian Berdasarkan tuntutan konsumen, masalah yang dihadapi dan kondisi pertanian dan lingkunganpertanian di Indonesia, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pertanianIndonesia. Tantangan ini harus dijawab oleh para ilmuwan pertanian. Tantangan tersebut meliputi :1. Bagaimana menghasilkan produk pertanian dengan harga yang wajar bagi bagi populasi yangterus bertambah.2. Bagaimana meningkatkan hasil per satuan luas (produktivitas); karena perluasan areal sudah semakin sulit.3. Bagaimana menghasilkan lebih banyak produk pertanian dengan menggunakan air lebih sedikit.4. Bagaimana menghasilkan produk pertanian yang lebih aman, bermutu dan bernilai bagi konsumen.5. Bagaimana menghasilkan produk pertanian tanpa menurunkan potensi sumberdaya lahan danlingkungan.6. Bagaimana cara menjamin ketersediaan yang kontinyu produk pertanian yang secara alami bersifat musiman.7. Bagaimana menghasilkan produk pertanian yang mensejahterakan petani.8. Bagaimana meningkatkan daya saing global pertanian Indonesia. Seperti diuraikan di atas, dayasaing produk pertanian akan ditentukan oleh kuantitas, kualitas, keamanan, kontinyuitas pasokan, ketepatan delivery, kompetitif dalam harga, dan adanya traceability.F. STRATEGI UNTUK MERAIH KEUNGGULAN PERTANIAN Visi pertanian Indonesia adalah menjadi pertanian tangguh dan modern berbasis padapengelolaan sumberdaya alam dan genetik secara berkelanjutan yang menjamin ketahanan,keamanan dan mutu pangan, penyediaan bahan baku industri dan kesejahteraan petani, sertaberdaya saing global.Untuk mencapai visi tersebut strateginya meliputi:1. Pengembangan Sumberdaya Manusia. Pengembangan SDM pertanian tidak hanyadilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam penerapan teknologi pertanian,tetapi juga untuk meningkatkan motivasi dan persepsi tentang pertanian modern, danjuga untuk perbaikan moral, transformasi tradisi dan kultur menjadi pertanianberbudaya industri.2. Penyempurnaan Kelembagaan Petani dan Pertanian. Salah satu penyebab rendahnyadaya saing pertanian Indonesia adalah sempitnya lahan pertanian yang dikelolapetani.Dalam kondisi seperti itu, petani pada umumnya mengelola lahan sempitnyasecara sendiri-sendiri, tidak ada konsolidasi dalam pengelolaan lahan. Karena itukelembagaan petani juga harus disempurnakan. Rekayasa sosial, penguatankelembagaan, dan pendampingan oleh pakar menjadi kunci penting untukpeningkatan daya saing produk pertanian Indonesia. Rekayasa sosial sepertipengembangan Komunitas Estate Padi (KEP) yang sedang dikembangkan olehFaperta IPB, program sarjana masuk desa yang dikembangkan LPPM denganBULOG, dan aktivitas sejenisnya perlu dikembangkan untuk pemberdayaan danpeningkatan mutu SDM pertanian.3. Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi. Produktivitas dan efisiensi dapatditingkatkan antara lain dengan penerapan teknologi yang tepat. Good AgriculturePractices, Good Handling Practices, dan Good Manufacturing Practices, menjadisalah satu pilar dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Untuk mendukunghal tersebut diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain adalah: petaperwilayahan komoditas, sumber air irigasi yang mencukupi, jalan usahatani yangmendukung penyaluran hasilpertanian, perusahaan pembibitan yang profesional,laboratorium analisis tanah, stasiun meteorologi yang dapat memberikan informasicuaca yang dapat diandalkan, klinik tanaman, laboratorium pengendali kualitas dansarana pasca panen dan gudang yang memadai.4. Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian. Peningkatan nilai tambah diarahkankepada peningkatan pendapatan masyarakat petani dan perdesaan di luar kegiatan onfarm, sekaligus mendukung kebijakan lahan pertanian, dengan banyaknya peluangpendatan dari kegiatan off farm. Peningkatan nilai tambah dapat dicapai melaluiPengembangan industri pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian danpedesaan, penguatan kelembagaan, profesionalisme tenaga kerja, sistem mutu produkpertanian, dan peningkatan daya saing produk dan pemasaran.5. Usaha untuk Kemandirian Pangan. Strategi kemandirian pangan diarahkan padapemenuhan pangan nasional secara mandiri berdasarkan sumberdaya alam,kemampuan produksi dan kreativitas masyarakat. Keanekaragaman panganditingkatkan baik sumber maupun bentuk dan citarasa hasil olahan dengan basistepung sebagai produk antara bahan pangan. Kemandirian pangan diupayakan melaluidiversifikasi pangan, pengembangan infrastruktur pertanian dan pedesaan danpengembangan budaya industri di pedesaan. Dengan keberhasilan diversifikasipangan, konsumsi beras diperkirakan akan turun menjadi 90 kg/kapita/tahun.6. Pengelolaan lingkungan hidup yang produktif dan lestari diarahkan untukterpeliharanya daya dukung lingkungan dengan produktivitas yang tinggi secaraberkelanjutan, keaneka ragaman hayati serta keseimbangan interaksi antara semuaunsur dan faktor lingkungan. Pengelolaan lingkungan yang produktif dan lestaridilaksanakan melalui upaya pengembangan sumberdaya alam secara lestari,pemberdayaan masyarakat, reklamasi lahan, perluasan areal pertanian dan pengadaanlahan pertanian pangan abadi.7. Penyempurnaan Sistem Pemasaran Produk Pertanian. Perlu dilakukanj pemberdayaanrantai pasar dengan Penerapan Supply-Chain Management, sehingga tipe dankarateristik hubungan bisnis berubah dari tipe transaksional menajdi tipe partneshipsperti pada Gambar 1. Sehingga rantai pasokan ideal seperti pada Gambar 2 bisatercapai.8. Kebijakan Makro yang Mendukung Pertanian. Untuk mendukung semua hal di atas,perlu kebijakan makro yanh mendukung pertanian, ialah: (a) pertanian menjadiplatform pembangunan nasional, (b) akses pertanian terhadap lahan, modal, teknologidan informasi memadai, (c) infrastruktur pertanian dan yang mendukung pertaniandikembangkan, (d) sektor industri dan jasa berkembang dengan pesat sehinggamampu menyerap tenaga kerja dari perdesaan dan sektor pertanian, (e) dilakukanpemberdayaan masyarakat perdesaan.