PERTANIAN MASUK SEKOLAH (PMS) SMP ISLAM BAITUS SHOLEH Desa Karanggetas Kec. Bangodua Kab. Indramayu. Regenerasi petani semakinn menurun dengan adanya pabrik-pabrik besar di kota yang butuh tenaga kerja, apalagi bisa bekerja diluar negeri dengan gaji yang menggiurkan. Anggapan bahwa usaha pertanian bukan usaha yang menjanjikan, usaha pertanian terkesan kampungan dan ndeso, kotor, kucel, kumuh ini menjadi momentum anak muda untuk urban ke kota besar mengadu nasib disana walau belum tentu berhasil, tapi kelihatannya gaya dan mentereng. Sehingga langkah koordinasi dan sinkronisasi suatu kegiatan penting dijalin oleh pemangku kebijakan sebagai suatu implementasi dari program regenerasi petani. ‘Tak kenal maka tak sayang’’ demikian pribahasa mengatakan, mungkin akan menjadi kenyataan, sejak dbubarkannya Sekolah Menengah Atas Kejuruan Pertanian minat generasi muda untuk terjun kedunia usaha pertanian sangat kurang sekali, apalagi ditambah degan asumsi orang tua yang melarang anaknya untuk jadi petani dengan bahasa selogan “ Cukup ibu bapakmu saja yang jadi petani, kamu jangan’’. Anak muda secara tidak sadar terbius dengan harapan itu. sehingga dia tinggalkan orang tuanya dikampung kadang dia jual lahan dan kebunnya untuk alih fungsi lahan yang lain. Sehingga petani di desa kurang tenaga kerja, petani di desa tinggal generasi tua saja yang muda pindah ke kota mengadu nasib hidup dikota yang belum menentu keberhasilannya. Departemen Pertanian melalui Dirjen Ketahanan Pangan mempunyai tugas tentang regenerasi petani ini, ini tugas berat yang harus berhasil butuh sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara dinas instansi dari pusat sampai ke daerah, Kuwu merupakan leeding sector utama yang punya masyarakat. Dengan semangat koordinasi harmonis antara Dinas Pendidikan, Pemda, Dinas Pertanian, Kwaran Gerakan Pramuka Saka Taruna Bumi, Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Bangodua mengadakan sosialisasi dan jalinan kerjasama dengan SMP Islam Baitus Sholeh Desa Karanggetas. Berupa kerjasama mengisi mata pelajaran mulok dan ekstrakurikuler pertanian sesuai dengan julukan negara Indonesia negara agraris negara yang sumber mata pencaharaian utamanya pertanian. SMP Islam Baitus Sholeh mempunyai lahan yang belum diolah secara produktif karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan tentang budidaya usaha tani yang menguntungkan, semoga dengan kerjasama ini, terciptalah situasi indah asri sekolahan, ramah lingkungan dengan tatanan ilmu pengetahuan berupa kurikulum kecakapan hidup atau life skill atau pembelajaran ektrakurikuler yang produktif. Pada Kegiatan Sosialisasi Pertanian Masuk Sekolah ini, Baman, S.Pd.SD, MP Mengajak siswa-siswi SMP Islam Baitus Sholeh untuk selalu menerapkan janji suci pramuka Saka Taruna Bumi, Tri Satya dan Dasa Dharma, terutama dengan mencintai krida-kridanya, yaitu Krida Pertanian, Krida Holtikultura, Krida Perkebunan, Krida Peternakan dan Krida Perikanan. Siswa diajak untuk terbiasa di rumah membantu kegiatan orang tua disawah bagi yang orang tuanya petani, beternak, menanam sayuran di pot, polibag atau barang/ plastic bekas. Dengan siswa senang pada pertanian, para siswa harus bangga, karena bisa membiayai sedikit sedikit kebutuhannya di sekolah berupa hasil penjualan usahanya. Sementara Agus Sholeh Riadi, S.Pd, M.Pd. Selaku Wakil Kepala Sekolah SMP Islam Baitus Sholeh meyambut baik kegiatan ini, dan merasa senang dengan adanya koordinasi dan sosialisasi pertanian masuk sekolah, ini merupakan wawasan baru bagi siswa SMP Islam Baitus Sholeh. Agus Sholeh Riadi, S.Pd, M.Pd siap untuk mensukseskan program ini, dan dalam waktu dekat akan melaksanakan breafing dengan Kepala Sekolah dan guru-guru untuk menyususun jadwal pelajaran mulok dan ekstrakurikuler agar kegiatan ini segera bisa dilaksanakan. Selain itu, Tarminah, SP. Koordinator Penyuluh Pertanian dan Karwati, AMd Penyuluh Pertanian Karanggetas menyampaikan betapa pentingnya siswa-siswi mengikuti kegiatan ini, karena kegiatan pertanian masuk sekolah merupakan kegiatan mulia yang menyediakan pangan untuk masyarakat. Jadi anak petani harus bangga, jadi anak petani tidak perlu minder, jangan ada anggapan bahwa petani itu ndeso, petani itu kotor, kumel, kurang menjanjikan. Kegiatan pertanian kedepan, kegiatan pertanian dengan system 4.0 dengan menggunakan IT dan mekanisasi alat mesin pertanian. Hj. TARMINAH, SP (Penyuluh Pertanian Madya BPP Bangodua)