Loading...

PERTEMUAN DINAS PERTANIAN PROVINSI MALUKU BERSAMA PPL DAN GAPOKTAN SEDATARAN WAEAPO, DAN SOSIALISASI KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) BRI 2020.

PERTEMUAN DINAS PERTANIAN PROVINSI MALUKU  BERSAMA PPL DAN GAPOKTAN SEDATARAN WAEAPO,  DAN SOSIALISASI KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) BRI 2020.
Pertemuan ini dilakasanakan di Balai Desa Wanareja, kecamatan Waeapo, kabupaten Buru pada Rabu 22 Januari 2020. Dalam acara ini dihadiri oleh Gapoktan, kelompok tani, dan PPL sedataran Waeapo. Diawali dengan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru yang di wakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikurtura Bapak Sufri Buton, SP. beliau menyampaikan pesan bahwa diharapkan selesai kegiatan ini agar teman-teman PPL membantu dan mendampingi para petani untuk memanfaatkan bantuan dari pemerintah baik dari APBN, APBD dan KUR ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan usahataninya. Selanjutnya dalam arahan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, ibu Diana Padang. MSi. dalam upaya persiapan pelaksanaan program Konstratani, maka Dinas Pertanian Provinsi Maluku melaksanakan sosialisasi disetiap kabupaten, dan pertemuan hari ini di kabupaten Buru adalah yang pertama dilaksanakan sosialisasi tersebut. Hal ini karena kabupaten Buru sebagai centra produksi pangan dan ternak yang besar bagi provinsi Maluku, sehingga menjadi prioritas dalam pengembangan pertanian. Lebih lanjut beliau menyampaikan pesan mentri pertanian yang termuat dalam visi pertanian yaitu pertanian itu harus maju, mandiri, dan modern. Maju berarti dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas dari produksi pertanian, mandiri berarti mampu mensuplai dan menyediakan sendiri untuk kebutuhan pangan sendiri, dan modern berarti pertanian itu didukung dengan kemajuan teknologi dalam hal ini alsintan untuk pertanian. Nah untuk mencapai itu diharapkan petani dapat mengembangkan usaha taninya untuk memanfaatkan dengan sungguh-sungguh bantuan-bantuan dari pemerintah yang bisa digunakan untuk modal usaha dengan system pengembalian bunga rendah yaitu kredit usaha rakyat (KUR) yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Beliau menambahkan untuk tahun 2020 secara nasioanal KUR disiapkan 50 T untuk pertanian seluruh Indonesia, dan untuk tanaman pangan sekitar 14, 23 T. Selain itu untuk mencapai pertanian yang maju, mandiri dan modern pemerintah gencarkan program Konstratani, dimana menjadikan BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) dan PPL sebagai pusat inovasi dan teknologi peranian di tingkat kecamatan. Hadir dalam pertemuan ini juga Kabid. Penyuluhan Dinas Provinsi Maluku Bapak Moh. Isnaini Mahulaw, MSi. menyampaikan bahwa berdasarkan visi menteri pertanian yaitu pertanian itu harus maju, mandiri dan modern itu dapat dicapai melalui 3 program yaitu : 1). Konstratani, 2). Pemanfaatan KUR, 3). Tiga kali ekspor dalam setahun. Konstratani adalah komando strategi pembangunan pertanian di tingkat BBP (Balai Penyuluh Pertanian) di kecamatan. Sehingga diharapkan untuk setiap koordinator penyuluh harus melakukan validasi data di BPPnya. Berdasarkan verifikasi dan validasi data yang sudah masuk di provinsi ada 71 BPP, dan yang masuk kriteria hanya 43 BPP. Kabupaten Buru dari 8 BPP hanya 5 BPP yang masuk dalam pelaksana Konstratani, yaitu; BPP Savana Jaya, Lolong Guba, Waelata, Pela dan Waeperang. Pelaksanaan Konstratani di BPP, dimana nantinya BPP akan berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. Acara ini di akhiri dengan penyerahan 1 unit handtraktor oleh ibu Kadis Pertanian kepada petani percetakan sawah baru.