Loading...

PERTEMUAN FORUM KTNA TINGKAT KABUPATEN PIDIE JAYA

PERTEMUAN FORUM KTNA TINGKAT KABUPATEN PIDIE JAYA
Pada hari ini, Senin tanggal 8 Mei 2018, Forum KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Pidie Jaya mengadakan pertemuan rutin tingkat Kabupaten. Pada Kesempatan ini ketua panitia Ibu Dwi Mahleta, SP (Kasie Kelembagaan) bidang penyuluhan mengatakan bahwa Pertemuan ini dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun, yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan khususnya Bidang Penyuluhan bertempat di Aula Dinas. Peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari pengurus kecamatan dan pengurus di kabupaten. Pertemuan tersebut selain mempererat tali silaturrahmi sesama pengurus yang ada di kecamatan dan kabupeten, juga merupakan ajang pertukaran informasi disektor pertanian dan kelautan. Pada Pertemuan ini juga diharapkan munculnya ide dan gagasan mengenai hal hal baru dibidang pertanian dan kelautan dari pengurus KTNA untuk dipersiapkan dan ditampilkan guna menghadapi PEDA (Pekan Daerah) Tahun 2019 ditingkat propinsi dan PENAS (Pekan Nasional) ke-XVI Tahun 2020 di provinsi Sumatera Barat.Forum KTNA dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Bapak Rusdi, SP, mengharapkan kepada pengurus KTNA bersinergi dengan penyuluh lapangan dan juga elemen lainnya dapat mensukseskan program pemerintah kabupaten untuk menggerakkan program tanam serentak, program tanam serentak ini sudah di perkuat melalui Peraturan Bupati (Perbub) No. 10 Tahun 2016 tentang Gerakan Tanam Serentak dalam Kabupaten Pidie Jaya. Untuk menyikapi tanam serentak tersebut dimulai dengan pengolahan tanah dan penaburan benih serentak, apabila kedua kegiatan ini sudah berjalan, tentunya gerakan tanam serentak juga akan terwujud.KTNA merupakan mitra kerja dinas pertanian, dalam pengawalan dan pengawasan kegiatan pertanian di lapangan, peran KTNA dikecamatan dan kabupaten adalah sebagai garda terdepan dalam menggerakkan petani untuk menjalankan usahataninya dalam kesempatan ini, pihak dinas juga akan mengupayakan identitas bagi pengurus KTNA dalam bentuk perlengkapan atribut.Ketua KTNA Kabupaten, Ir. Ridwan, mengatakan pertemuan KTNA ini sebagai wadah dalam menjalan kemitraan dan silaturrahmi dengan Dinas Pertanian dan Pangan selaku pembina. Terlebih tantangan disektor pertanian kedepan yang semakin besar, akibat perubahan iklim, terjadi pergeseran musim tanam, serangan hama penyakit dan juga introduksi mekanisasi pertanian.Dalam pertemuan ini juga dihadirkan pemateri dibidang pertanian dan peternakan. Materi pertanian yang disampaikan oleh penyuluh pertanian, T. Zulkiram, SP, materi yang disampaikan adalah budidaya padi sistem jarwo super, dimana ada 5 komponen utama yang perlu diterapkan yaitu, penggunaan benih varietas unggul baru (VUB) dengan hasil tinggi, Biodekomposer, pupuk hayati, pengendalian OPT, dan penggunaan alsintan termasuk alat tanam dan panen yang sesuai.Pemateri selanjutnya, Jumadi, SP, yang menyampaikan meteri tentang inseminasi buatan (IB). IB dilakukan pada ternak betina yang sedang birahi, yang ditandai dengan keluarnya lendir putih dari vagina ternak, ternak menyendiri, dan ternak suka menaiki temannnya. Tujuan dari IB adalah mencegah kawin saudara, perbaikaran genetik (keturunan), mencegah penularan penyakit dari ternak lain. Penulis : Nursyidah, SP (Penyuluh Pertanian)