Kesehatan hewan menjadi hal yang penting diperhatikan oleh peternak. Bila ternak sehat, maka baik sapi, domba, kambing, dan lainnya dapat berkembang biak dengan baik. Selain itu, harga jualnya pun akan meningkat. Untuk memberikan pemahaman kepada peternak mengenai pentingnya kesehatan hewan, diadakan pertemuan kelompok di Kelompok Tani Majasari, Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong pada tanggal 4 Januari 2020 bertempat di salah satu saung di Kampung Panyalahan. Pertemuan dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB dengan dihadiri oleh anggota kelompok tani yang khususnya memiliki hewan ternak domba. Pertemuan dihadiri pula oleh beberapa penyuluh pertanian Kecamatan Bantarkalong dengan Bapak Suherman (Koordinator BPP Kecamatan Bantarkalong) selaku pemateri. Dalam pertemuan tersebut Bapak Suherman memberikan pemahaman terkait pentingnya kesehatan hewan dan memberikan praktik cara memberikan vitamin dan antibiotik pada ternak yang selanjutnya dipraktikan sendiri oleh para petani pada domba ternaknya. Ternak domba milik petani di Kelompok Tani Majasari ada beberapa yang terserang penyakit Orf, sehingga harus ditangani secepatnya. Ecthyma Contagiosa atau Soremouth atau Dermatitis Pustularis Contagiosa atau lazim disebut Orf merupakan penyakit viral yang sangat infeksius pada domba dan kambing, ditandai dengan terbentuknya lesi basah, bernanah, dan berkeropeng pada moncong dan bibir. Gejala pertama kali dari orf ini adalah mucul bintik-bintik merah pada kulit kambing/domba. Biasanya di pangkal bibir. Bintik-bintik merah ini lama-kelamaan menjadi vesikel. Dalam istilah kedokteran vesikel diartikan kulit melepuh dan berisi cairan. Lepuhan kulit kambing atau domba yang ada cairannya ini menjadi pustula. Pustula ini, lepuhan kulit tapi isinya sudah nanah. Jika telah sampai tahap ini biasanya akan menjadi kerak dan kaku sehingga menyulitkan kambing atau domba untuk makan. Jika penyakit ini menyebar, area kerak ini dapat menjadi lebih luas. Tujuan pemeliharaan kesehatan hewan sebenarnya ada beberapa, diantaranya : Untuk hewan ternak itu sendiri, yakni hewan menjadi sehat, mampu berproduksi bahkan produksinya dapat meningkat, dll. Untuk hewan ternak lain, yakni jika ternak sehat dan tidak sakit, maka tidak akan menulari ternak lainnya. Hal ini karena ada beberapa penyakit ternak yang dapat menular ke sesama ternak (antar ternak) atau lintas ternak. Untuk Peternak, jika hewan sehat, Peternak dapat mengambil untung dari peningkatan hasil produksi peternakan tersebut. Seperti peternak dapat menjual ternaknya dengan harga tinggi jika ternaknya sehat, atau jika ternaknya sehat, produksi susu (untuk sapi perah/kambing perah), daging (untuk sapi potong/kerbau/domba/ayam potong) dan telur (untuk ayam) dari ternak tersebut akan meningkat. Sehingga dari segi ekonomi, pemeliharaan Kesehatan Hewan ternak bertujuan juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat (peternak). Untuk masyarakat secara umum, dengan menjaga kesehatan ternak, diharapkan dapat menjaga dan melindungi masyarakat umum dari bahaya zoonosis. Karena ternyata ada banyak penyakit ternak dan atau bahan pangan asal ternak yang dapat menular ke manusia (dinamakan zoonosis). Seperti Anthraks, flu burung, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Sapi Gila, dll. Dari penjelasan di atas, maka Peternak perlu secara rutin memerhatikan kesehatan hewan ternaknya dan bila terlanjur terjadi gejala perlu dilakukan tindakan secara tepat dan cepat. Kesehatan hewan ternak yang diperhatikan dengan baik dapat menunjang peternak untuk menghasilkan hewan ternak yang sehat dan berkualitas sehingga dapat membantu peternak meningkatkan perekonomiannya.