Pada hari Selasa Tanggal 30 April 2019 telah dilaksanakan pertemuan di Kelompok Pemuda Tani Mandalasakti 2 Desa Gunungsari, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah anggota yang hadir sebanyak 15 orang dan dihadiri oleh Kepala Desa Gunungsari. Pertemuan kelompok tersebut membahas tentang Tanam Padi Sistem Jajar Legowo. Sebagai tindak lanjutnya anggota kelompok akan mempraktekan Tanam Padi Sistem Jajar Legowo. Adapun materi penyuluhannya sebagai berikut : Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Tipe sistem jajar Legowo Jajar Legowo 2:1 – Setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya. Jajar Legowo 3:1 – Setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya Jajar Legowo 4:1 – setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya Dengan Sistem Jajar Legowo maka dapat dilihat peningkatan popolasi dari tanaman padi yang ditanam, secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dilihat dengan rumus 100% X 1 : ( 1 + jumlah legowo) Sebagai Contoh, Jika Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 2) = 33,3 % Jika Legowo 3:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 3) = 25 % Jika Legowo 4:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 4) = 20 % Jika Legowo 5:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 5) = 16,7 % Manfaat Sistem Jajar Legowo: Menambahnya jumlah tanaman padi Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja