PERTEMUAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SAYANG SUAMI DESA PATILERENG KECAMATAN BONTOSIKUYU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Kelompok Wanita Tani (KWT) Sayang Suami Desa Patilereng merupakan salah satu Kelompok Wanita Tani yang melakukan kegiatan Pemanfaatan Pekarangan dan mengelola demplot kelompok. Kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sayang Suami ini meliputi Pembangunan Kebun Bibit, pembuatan demplot dan pemanfaatan pekarangan. Pada KWT. Sayang Suami, Kebun bibit dan demplot berada dilokasi yang sama dan sangat strategis karena berada pada pinggir jalan poros Benteng-Punagaan (obyek wisata pantai Timur) sehingga setiap yang lewat selalu menikmati pemandangan pada tanaman di lokasi demplot. Tetapi pengelolaan kegiatan kebun bibit, demplot dan pemanfaatan pekarangan masih sangat sederhana dan sangat jauh dari yang diharapkan. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang yang merupakan anggota KWT. Sayang Suami, dengan kegiatan utama adalah pemanfaatan pekarangan. Kegiatan KRPL memang ditujukan untuk medorong para ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan lahan pekarangannya dengan maksimal karena dapat menjadi sumber gizi keluarga dan pendapatan keluarga. Pekarangan hendaknya ditanami dengan aneka sayuran yang merupakan kegemaran keluarga dan memiliki nilai jual yang bagus dipasaran. Para anggota KWT tersebut memanfaatkan Kebun Bibit sebagai sumber bibit untuk ditanam dipekarangannya sementara lahan demplot adalah tempat belajar (sekolah lapang) tentang aneka budidaya sayuran yang nantinya akan dilaksanakan dipekarangan masing-masing. Dalam rangka peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Sayang Suami inilah sehingga para pengurus dan Penyuluh setempat mengadakan pertemuan dirumah salah satu anggota KWT pada Ju’mat, 7 Februari 2020 yang dihadiri + 20 orang anggota, Ibu Desa Patilereng, Penyuluh Desa Patilereng, Tim KRPL dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten kepulauan Selayar. Adapun agenda pertemuan kali ini adalah upaya peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Sayang Suami, baik dari segi kelembagaannya maupun kegiatan KRPLnya yang diharapkan dapat lebih ditingkatkan dengan mendapatkan kegiatan KRPL dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dari kegiatan tersebut diharapkan bahwa pemanfaatan pekarangan dapat menjadi budaya sehingga dapat lestari selamanya, bukan hanya para anggota KWT Sayang Suami tetapi juga masyarakat desa Patilereng pada umunya. Pemanfaatan pekarangan ini sangat mendukung program Pemerintah menuju kemandirian pangan. Ditulis Oleh : Andi Maulana, SP., MP. Penyuluh Pertanian Madya WKPP : Kabupaten Kep.Selayar