Loading...

Pertemuan Koordinasi Penanganan Dampak Perubahan Iklim

Pertemuan Koordinasi Penanganan Dampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim dan pemanasan global (Global warming) sudah menjadi menjadi masalah di seluruh belahan dunia, hal dapat menyebabkan peningkatan perkembangan hama dan penyakit tanamanan khususnya tanaman pangan dan hortikultura. Oleh karena itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali berinisiatif menyelenggakan pertemuan Koordinasi Penanganan Dampak Perubahan Iklim. Rapat ini dilaksanakan bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Klungkung pada tanggal 18 Agustus Tahun 2014. Rapat ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanama Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali dengan melibatkan Distanbunhut Kabupaten Klungkung, UPT Distanbunhut Kabupaten Klungkung, POPT Kabupaten Klungkung, Pimpinan BPP Kabupaten Klungkung, PPL Kecamatan Klungkung dan beberapa perwakilan dari kelian subak. Berdasarkan hasil diskusi dari pemaparan yang disampaikan oleh pembawa materi dari BPTPH ada beberapa hal yang dapat di simpulkan, yaitu : Peningkatan suhu berpengaruh terhadap produksi padi langsung maupun tidak langsung Meningkatnya ancaman OPT merupakan akibat peningkatan suhu secara tidak langsung Pertumbuhan serangga dipengaruhi oleh suhu udara. Dimana dengan meningkatnya suhu pertumbuhan serangga hama dipercepat. Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan iklim merupakan kegiatan yang mencakup pengamatan factor-faktor iklim seperti curah hujan, suhu, kelembaban, pH tanah dan kelembaban tanah. Selain itu dilaksanakan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui keadaan iklim setempat pada komoditas yang dominan di daerah tersebut Dalam perkembangan OPT dipengaruhi oleh faktor faktor iklim baik langsung maupun tidak langsung. Temperatur, kelembaban udara relatif dan fotoperiodisitas berpengaruh langsung terhadap siklus hidup, keperidian, lama hidup, serta kemampuan diapause serangga. Pengaruh tidak langsung adalah pengaruh faktor iklim terhadap vigor dan fisiologi tanaman inang, yang akhirnya mempengaruhi ketahanan tanaman terhadap parasitasi dan tingkat infeksi patogen yang rendah . (Pande, KKPP Kab. Klungkung)