Pertemuan dilaksanakan di Hotel Soll Marina Serpong - Jakarta pada tanggal 23-25 Oktober 2019 dengan dihadiri oleh Manajer READSI Provinsi dan Kabupaten serta para petugas/officer Monitoring dan Evaluasi READSI Provinsi dan Kabupaten. Pertemuan dibuka dengan pengarahan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian. Pengarahan difokuskan pada percepatan kegiatan dan pencapaian kemajuan Program READSI baik fisik maupun keuangan, monitoring dan evaluasi berbasis hasil, seta ketertiban dan kepatuhan pelaporan fisik dan keuangan. Materi yang disampaikan dalam pertemuan mencakup tentang: i) Pengantar Konsep Pengawalan dan Pendampingan Program READSI; ii) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Program READSI serta Pengawasan Pasca Pelatihan Kerjasama denagn PT MARS; iii) Pemberdayaan: Rencana Detail Operasional Kegiatan dan Sistem Monev TA dan Fasilitator Desa; iv) Feedback Hasil Monitoring dan Evaluasi; v) Pemaparan Tools Monitoring dan Evaluasi; vi) Pemaparan Sistem Informasi Manajemen (SIM) READSI; dan vii) Bintek Aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) READSI dan Input Database Monev. Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pertemuan Monev adalah sebagai berikut: Monitoring kegiatan dan evaluasi kinerja Fasilitator Desa (FD). Para Tenaga Ahli Konsultan Pembedayaan akan memonitor kegiatan FD serta mengevaluasi kinerja FD pasca pelatihan pemberdayaan masyarakat bagi FD. Monitoring Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca pelatihan PPL dan Petani Kakao oleh PT MARS. PT MARS bersama READSI akan memonitor rencana tindak lanjut pasca pelatihan Agronomi Kakao para PPL dan petani pemanfaat Program READSI, dengan indikator RTL masing-masing peserta: i) membuat kebun entrees 50 pohon dengan 5 jenis clone; ii) membuat 50 bibit sambung pucuk 5 jenis clone; iii) membuat kebun bibit WOW (wowfarm) replanting 50 pohon; dan iv) membuat pembibitan sederhana kapasitas 300-500 pohon. Bantuan teknis bagi petani Kakao pasca pelatihan oleh PT MARS. Para petani Kakao Doktor dapat menghubungi penyuluh masing-masing untuk mendapatkan dukungan serta bisa menghubungi petugas lapangan perusahaan untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan. PT MARS Industri akan membantu dalam pendampingan dan asistensi kegiatan SL dan pasca SL 2020 untuk memastikan tingkat adopsi teknologi Kakao pada petani. Keberhasilan melakukan tindak lanjut ini menjadi syarat seleksi mereka untuk mengikuti training bisnis Kakao di Academy Tarengge. Pengembangan kerjasama dengan PT MARS. Kerjasama dengan PT MARS akan dikembangkan tidak hanya pada penyelesaian Pelatihan Agronomi (Penyuluh & Petani) dan Pelatihan Bisnis bagi (Petani calon Cocoa Doctor), sehingga diperlukan pertemuan koordinasi antara manajemen program di provinsi dan kabupaten dengan PT MARS Industri (Supplier Development & Assurance: PT. Ecomm, PT. Olam, JB Cocoa). Kerjasama dengan PT Mondelez & Sektor Swasta Lainnya. NPMO akan mengembangkan model kerjasama dengan PT MARS dengan mitra PT Mondelez dan sektor swasta lainnya. Peningkatan kinerja pemberdayaan. Untuk efisiensi pelaksanaan kegiatan pendampingan masyarakat di lapangan dan meningkatkan pencapaian kinerja pemberdayaan masyarakat, maka Progam READSI akan: i) mengevaluasi kinerja Tenaga Ahli Pemberdayaan & Fasilitator Desa; ii) meningkatkan sinergitas mekanisme kerja Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa; iii) menyelesaikan Manual/Pedoman bagi Fasilitator Desa sampai dengan akhir Oktober 2019 agar segera dapat diimplementasikan di lapangan; iv) mengadakan pertemuan dan pelatihan tambahan untuk upgrading FD; dan v) mengusulkan perubahan penugasan nama FD dan lokasi desa melalui surat Kepala Dinas kepada Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Aplikasi SIM READSI. NPMO berupaya untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di daerah agar berjalan dengan baik, efisien, efektif dan berdampak langsung kepada penerima manfaat, sehingga NPMO, PPSU dan DPMO berkomitmen untuk mengoptimalkan manfaat Aplikasi SIM READSI, baik dari segi pembaruan () database serta fungsi manajemen & pengambilan keputusan, dan NPMO akan melakukan pengembangan SIM READSI, Aplikasi Android Base, serta percepatan dan tracibility mekanisme reimbursement. Peran DPMO terkait Aplikasi SIM READSI. DPMO melalui petugas/officer Monev bersama-sama dengan Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan kabupaten akan: i) melanjutkan pengisian (input) data monev (profil anggota Poktan, monitoring bulanan dan evaluasi triwulan sesuai dengan petunjuk pengisian) ke dalam aplikasi SIMREADSI; ii) sosialisasi penggunaan SIMREADSI ke fasilitator desa (FD) serta memantau pengisian data; iii) menggunakan data monev sebagai bahan analisis stakeholder, pengambilan keputusan, menyusun rencana aksi, penyusunan pelaporan, serta pemberian umpan balik kepada pelaksana kegiatan dan pemanfaat program READSI. Peran DPMO terkait kegiatan Monev lainnya. Peran DPMO dan TA Pemberdayaan Kabupaten terkait kegiatan Monev lainnya, diantaranya adalah: i) mensosialisasikan dan memonitor proses pengisian data profil anggota Poktan secara manual (lembar kertas yang dibagikan) sebagai laporan FD Bulan Oktober dan November (); ii) mengisi data profil SDM pelaksana READSI kabupaten sesuai dengan format SDM READSI Kebupaten; iii) mengirimkan data anggota poktan (bagi yang belum); dan iv) jika terjadi perubahan data anggota, kelompok, desa dan lain-lain, DPMO akan menyampaikan surat kepada NPMO, disertai dengan alasan-alasan perubahan dimaksud. Peran PPSU. PPSU bersama-sama dengan Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan provinsi akan: i) mengisi data profil SDM pelaksana READSI kabupaten sesuai dengan format SDM READSI Kebupaten; ii) monitoring pelaksanaan RTL pertemuan monev oleh DPMO; dan iii) menggunakan data monev sebagai bahan analisis stakeholder, pengambilan keputusan, menyusun rencana aksi, penyusunan pelaporan, serta pemberian umpan balik kepada pelaksana kegiatan dan pemanfaat program READSI. Peran NPMO. NPMO bersama-sama dengan Team Leader (TL) Pemberdayaan, TA Monev Pusat dan TA Informasi Teknologi (IT) akan: i) mengolah data yang sudah terinput dalam pertemuan monev ini; ii) mengakomodasi perubahan data permohonan ganti desa dan ganti anggota poktan; iii) menyediakan tool sosialisasi penggunaan SIMREADSI (user manual dan perangkatnya); dan iv) menggunakan data monev sebagai bahan analisis stakeholder, pengambilan keputusan, menyusun rencana aksi, penyusunan pelaporan, serta pemberian umpan balik kepada pelaksana kegiatan dan pemanfaat Program READSI. Komunikasi dan Informasi. Para pelaksana dan pemanfaat Program READSI akan mengoptimalkan media web readsi yaitu www//readsi.id untuk mendapatkan informasi dan berbagi pengetahuan dan pengalaman. Sumber Tulisan : Rumusan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program READSI Soll Marina-Jakarta, 23-25 Oktober 2019. Penulis : Ir. Sitty Ahra ( PP MADYA pada DISBUNNAK PROV. SULTENG )