PERTEMUAN PADA KEGIATAN PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KOORPORASI EKONOMI PETANI YANG ADA DI GAPOKTAN HARAPAN INDAH DESA MOLANIHU. KECAMATAN BONGOMEME
PESTISIDA adalah senyawa kimia yang digunakan dalam pengendalian organisme pengganggu. Bahaya Bahan Kimia : Karsinogenik (penyebab kanker) Teratogenik (kelainan janin) Mutagenik (mutasi DNA/ genetis) Racun sistemik Neurotoxin (kerusakan syaraf) Hepatotoxin (kerusakan hati) Nephrotoxin (kerusakan ginjal) Korosif (kerusakan pada kulit) Sensitisasi (allergi) CARA KERJA PESTISIDA Racun Kontak Racun Pernapasan Racun Perut atau Racun Lambung Racun Sistemik FORMULASI PESTIIDA Butiran (G/granul), biasanya pestisida dengan formulasi bentuk ini dapat langsung diaplikasikan tanpa harus diiarutkan terlebih dahulu. Powder (tepung) 0NP). biasanya harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan. Formulasi bentuk ini membentuk sediaan pestisida berupa suspensi. sehingga sangat diperlukan pengadukan yang terus menerus karena sifat sediaan ini dapat mengendap dan dapat merusak alat aplikasi atau terjadinya penyumbatan pada noze/. JENIS-JENIS PESTISIDA MENURUT SASARAN Berdasarkan jenis sasaran, pestisida dapat dikelompokkan menjadi: Insektisida : sasaran dan jenis serangga Akansida : sasaran dan jenis tungau Fungisida sasaran dan jenis cendawan Nematisida : sasaran dan jenis nematoda Baktensida : sasaran dan jenis bakten Moluskisida : sasaran dan jenis moluska (keong) Termisida : sasaran dan jenis rayap Herbisida :: sasaran dari jenis gulma Rodentisida : sasaran dari jenis hewan pengerat Piscisida : sasaran dan jenis ikan liar CARA APLIKASI PESTISIDA YANG BENAR 1.Tepat dosis/ konsentrasi. Dosis adalah kebutuhan pestisida per ha (lt/ha) sedangkan konsentrasi adalah kebutuhan pestisida per liter air (ml/lt). Dalam penggunaan pestisida, penggunaan dosis dibawah anjuran akan mengakibatkan hama/ penyakit tidak mati kadang mengakibatkan hama resisten sedangkan dengan dosis berlebihan akan mengakibatkan boros biaya. Tepat waktu. Sebaiknya waktu penyemprotan pagi hari sebelum jam 10 dan sore hari setelah jam 3. Dipagi hari dipastikan belum banyak angin dan matahari belum terik. Saat pagi hari hama-hama masih enggan bergerak. Tepat cara. Cara aplikasi pestisida harus disesuaikan dengan bentuk atau formulasi pestisida tersebut. Formulasi EC, SL, SC, WP, WDG diaplikasi dengan penyemprotan. Sedangkan formulasi G harus diaplikasikan dengan penaburan. Tepat sasaran. Dalam aplikasi pestisida harus disesuaikan dengan hama/ penyakit sasaran, bagaimana cara hidupnya, apa kelemahan hama/ penyakit tersebut dan tentunya bagaimana cara kerja pestisida tersebut (kontak atau sistemik). kombinasi. Tidak sedikit petani yang mencampur lebih dari satu pestisida dalam satu kali semprot. Harus dipahami bahwa pestisida tidak seperti matematika, 1+1 pasti = 2. Dalam ilmu pestisida 1+1 bisa = 0 atau 1+1 bisa = 3. Maka dalam mencampur pestisida harus hati-hati. Ada beberapa trik dalam pencampuran pestisida agar daya kerjanya sinergis (1+1=3), Tepat Jenis. Tepat jenis ini menyangkut jenis-jenis pestisida yang ada. Sebagai contoh untuk serangga, gulma dan penyakit.dll. Terjadinya pencemaran terhadap lingkungan