Untuk tertib administrasi dan transparansi kebutuhan pupuk, Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Garut akan menerapkan pengisian Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara online atau yang disebut dengan E-RDKK. E-RDKK ini akan mulai berlaku secara efektif pada tahun 2018 mendatang. "Tahun ini akan dilakukan penerbitan kartu tani yang akan di cetak oleh BNI sebagai bank yang di tunjuk Kementerian Pertanian, setelah kita lakukan entri/upload data RDKK melalui E-RDKK" terang Kabid Sumber Daya Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir. H. Sofyan Yani, M.Si., dalam acara PERTEMUAN PEMANTAPAN DATA PETANI DAN E-RDKK SEBAGAI BAGIAN DARI PROSES PENERBITAN KARTU TANI, yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 Nopember 2017, bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut.Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Pupuk dan Lahan Ditjen PSP Kementerian Pertanian, Ir. Sri Fujiati, Korluh Balai Pusat Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jawa Barat, Ir. H. Arifien, MP., Kabid Sumberdaya Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ir. H. Sofyan Yani, M.Si., Produsen Pupuk Sdr. Kris, dan Tim dari BNI Cabang Garut. Jumlah peserta dari acara ini sebanyak 128 orang terdiri dari 42 orang Koordinator Penyuluh dari 42 kecamatan, 84 orang admin simluh dan admin E-RDKK masing masing 2 orang dari 42 kecamatan dan 2 orang admin dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut.Setelah acara pengarahan, dilanjutkan dengan Upload data RDKK melalui E-RDKK yang dilaksanakan oleh admin masing masing dari 42 kecamatan yang mendapat bimbingan teknis langsung dari pihak dari Kementan, Dinas Propinsi Jawa barat serta admin dari Dinas Pertanian Garut.Sistem ini nantinya akan menampilkan kuota pupuk subsidi pada kartu tani masing-masing petani anggota poktan. Untuk selanjutnya, secara sistem, RDKK akan di check dan disahkan oleh yang berwenang di tingkat Kabupaten/Provinsi/Pusat. Tujuan dari penerbitan kartu tani ini antara lain adalah :Petani mendapatkan alokasi pupuk sesuai kebutuhan, Pemerintah dapat memonitoring pupuk bersubsidi secara online dan kontrol/pengawasan distribusi pupuk bersubsidi lebih mudah.(riki-cibatu)