Dalam rangka pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing dan menjaga kelestarian sumber daya pertanian, perikanan dan kehutanan maka telah dicanangkan Program Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK), untuk mewujudkan "Pertanian Tangguh untuk memantapkan Ketahanan Pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produksi pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani". Untuk itu diperlukan dukungan sumber daya manusia berkualitas melalui penyuluhan pertanian dengan pendekatan kelompok yang dapat mendukung sistem agribisnis berbasis pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan). Sehubungan dengan dilakukannya pembinaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan kelompok tani yang kuat dan mandiri dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya, Rabu 27 Mei 2015, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jambi menggelar acara pertemuan Pembinaan Sistem Latihan dan Kunjungan (LAKU) Provinsi Jambi bertempat di Hotel Shang Ratu yang dihadiri 40 orang penyuluh dari Kab/Kota dan Provinsi, serta narasumber barasal dari BPPSDMP RI, Sekretariat Bakorluh Provinsi Jambi, dan Universitas Jambi. Acara pertemuan yang berlangsung selama 2 hari (27 Mei – 28 Mei) ini dibuka langsung oleh Sekretaris Bakorluh Bapak H. Dasra, M.TP. Menurutnya, pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan penyuluh/petani, memotivasi penyuluh/masyarakat untuk menggali dan mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada di daerah, serta mendorong kreatifitas penyuluh dalam mengembangkan dan pengolahan usaha tani. Ia meyakini bahwa pembinaan Penyuluh, petani, kelompok tani dapat membantu menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani anggotanya secara lebih efektif dan memudahkan penyuluh dalam pembinaan petani dalam mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya. Pembinaan ini merupakan strategi yang sangat fundamental untuk mempercepat laju pembangunan di pedesaan/kelurahan. Khususnya dalam memantapkan sistem penyuluhan melalui program pembinaan SDM penyuluh dalam mendukung terwujudnya visi dan misi pemerintah Provinsi Jambi menuju Jambi Emas. Permasalahan pokok yang dihadapi saat ini adalah potensi SDA yang belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan dan dikembangkan, terutama daerah-daerah lahan kering dengan produktivitas lahan yang rendah. Hal ini disebabkan karena kuantitas, kualitas ketenagaan, kelembagaan penyuluhan, dan sarana prasarana penyuluhan yang belum memadai serta masih minimnya informasi teknologi. "Salah satu upaya agar hal ini bisa berjalan dengan baik adalah dengan kegiatan pembinaan sistem LAKU yang dibiayai oleh dana APBD", jelasnya. (Mutia Elfira, S.TP/ Darmawansyah)