Loading...

PERTEMUAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN KEPALA BPPSDMP KEMENTERIAN PERTANIAN

PERTEMUAN PENYULUH PERTANIAN DENGAN KEPALA BPPSDMP KEMENTERIAN PERTANIAN
Kunjungan kerja Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, bapak Dr. Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec, Dev. di Universitas Udayana, pada hari Rabu, 13 April 2016, membawa berkah tersendiri bagi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Badung. Kunjungan kerja bapak Kepala Badan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Penyuluh Pertanian Badung dalam rangka membangun semangat kerja penyuluh dan untuk mengetahui perkembangan penyuluhan pertanian era UU No. 23 Tahun 2014. Dalam kesempatan ini bapak Kepala Badan didampingi oleh bapak Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, bapak Dr. Ir Adang Warya, MM, staf BPTP Provinsi Bali dan staf Dinas Pertanian Provinsi Bali. Sedangkan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung selain dihadiri oleh Kepala Dinas dan Kabid SDM Pertanian dan Penyuluhan serta para penyuluh pertanian baik PNS maupu THLTB PP juga menghadirkan pihak BKD dan Bagian Keuangan Setda Badung. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung, bapak Ir. I G.A.K. Sudaratmaja, MS, menyampaikan program, filosofi dan pelaksanaan pembangunan pertanian di Kabupaten Badung capaian hingga bulan Maret 2016, serta penyampaian kondisi ketenagaan penyuluhan yang semakin berkurang jumlahnya karena pensiun. Jumlah penyuluh Badung hingga saat ini baik PNS maupun THLTB PP berjumlah 44 orang sementara desa/kelurahan yang ada di kabupaten Badung berjumlah 62 desa/kelurahan, sehingga terjadi ketimpangan tenaga yang seyogyanya setiap desa/kelurahan dalam pelaksanaan program strategis nasional perlu adanya pengawalan yang ketat oleh satu orang penyuluh, namun sementara ini ketimpangan tenaga penyuluh yang ada diatasi dengan beberapa penyuluh ada yang merangkap dua wilayah binaan. Dengan demikian program strategis nasional yaitu ketahanan pangan yang semakin gencar-gencarnya dilaksanakan dapat terkawal. Namun disadari pula bahwa pengawalan tersebut masih jauh dari kata optimal mengingat dari 44 orang tenaga penyuluh di Kabupaten Badung, 18 orang diantaranya masih berstatus THLBP PP yang tetntunya didalam pelaksanaan tugasnya masih berharap-harap cemas ingin adanya peningkatan status dan atau kontrakan kerjanya yang tidak sesuai dengan pelaksanaan tugasnya dilapangan. Sementara itu bapak Kepala Badan menyampaikan bahwa pada dasarnya pertanian adalah nilai budaya, maka modernisasi merupakan khasanah dan menjadi bagian dalam mengisi nilai budaya. Oleh karena itu pada Tahun 2016 ini program strategis BPPSDMP Kementerian Pertanian RI adalah Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT), melalui peningkatan kapasitas 3 (tiga) pilar yaitu Penyuluhan, Pelatihan dan Pendidikan. Disadari bahwa apapun program pemerintah maka kuncinya adalah penyuluhan, dan penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan yang berhadapan langsung dengan pelaku utama dan pelaku usaha, juga sebagai lokomotif gerakan pemberdayaan petani terpadu haruslah mumpuni. Untuk mencapai itu maka penyuluh harus didukung oleh pelatihan dan pendidikan. Saat ini BPPSDMP memiliki 10 (sepuluh) Balai Besar Pelatihan Pertanian, dan 6 (enam) sekolah tinggi di seluruh Indonesia. Pola pelatihan yang akan dikembangkan oleh BPPSDMP adalah peningkatan kapasitas penyuluh melalui training of trainer (TOT). kemudian penyuluh lapangan melakukan perlindungan kepada petani melalui pelatihan tematik atau on the job training (OJT). Dengan pola ini diharapkan dapat melindungi petani dari kegagalan berusahatani bahkan dapat meningkatkan produksi sehingga kesejahteraan petani meningkat. Ketiga pilar ini oleh Kepala Badan dinyatakan tidak berjalan sendiri-sendiri namun dilaksanakan secara bersama-sama, diibaratkan sebagai senjata trisula yang masing masing ujungnya mempunyai tujuannya tetapi digerakan secara bersama-sama hingga pada satu tujuan yang sama akan memberikan pengaruh hasil yang sangat nyata, dimana sula ditengah adalah penyuluhan dan sula disamping-sampingnya adalah pelatihan dan pendidikan. Pertemuan diakhiri dengan diskusi, penyampaian pihak BKD dan Bagian Keuangan Setda Badung, mudah-mudahan pertemuan semacam ini dapat dilanjutkan pada daerah lainnya dan menjadi pola pembinaan pusat kepada daerah sehingga dapat tetap membangun semangat untuk bekerja dan berbuat yang terbaik demi kesejahteraan petani (Penulis : Jarek Putradi, Penyuluh Pertanian Badung).