Loading...

PERTEMUAN SEKOLAH LAPANG ( SL ) DI KELOMPOKTANI KEDUNGMLATI DESA KEDUNGMLATI KEC. KESAMBEN KAB. JOMBANG

PERTEMUAN SEKOLAH LAPANG ( SL ) DI KELOMPOKTANI KEDUNGMLATI DESA KEDUNGMLATI KEC. KESAMBEN KAB. JOMBANG
Sekolah Lapang dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa karena sifatnya yang tidak formal. Pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan Pengetahuan dan ketrampilan Petani , Proses belajar dilakukan dirumah Poktan dimana tersedia juga obyek nyata berupa tanaman kedelai yang dijadikan materi pelajaran.Untuk menjamin proses belajar yang efisien, terarah kegiatan sekolah Lapangan dilakukan dengan berpedoman pada beberapa hal sebagai berikut:a. Peserta Sekolah lapangan adalah petani atau kelompok tani yang berada di wilayah kegiatan .b. Tempat belajar adalah di lahan kegiatan budidaya kedelai dengan mengamati perkembangan tanaman.c. Sekolah Lapangan dilaksanakan 3 kali pertemuan selama kegiatand. Materi pelajaran pada praktek/penerapan, pengamatan, diskusi dan tukar menukar informasi dan pengalaman. Materi Pelajaran benar-benar merupakan kebutuhan petani dan disepakati bersama petani.e. Proses pembelajaran di pandu oleh fasilitator yang berfungsi mengarahkan proses belajar sebagai penengah dalam melakukan diskusi.f. Petani selaku peserta belajar memiliki hak yang sama untuk bicara dan berpendapat dan merupakan tugas fasilitator untuk menciptakan suasana harmonis dan berimbang dalam proses belajar.g. Pada setiap akhir proses belajar diharapkan adanya kesepakatan tindak lanjut diantaranya; kesiapan untuk menerapkan teknologi yang sudah dipelajari oleh peserta , pemecahan masalah (bagaimana dan kapan ) prioritas materi pada pertemuan selanjutnya . A. Pengertian Sekolah Lapang ( SL ) :Sekolah Lapang adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, B. Tujuan Sekolah Lapang ( SL ) :• Sebagai Sarana Belajar Utama Sekolah Lapangan. Ketrampilan budidaya Pertanian organik dan penganekaragaman tanaman kedelai adalah ketrampilan terapan. Oleh karena itu hampir 80% dari waktu keseluruhan digunakan langsung di lahan, bukan di kelas.• Sebagai sarana belajar lewat pengalaman. Setiap kegiatan dimulai dengan penghayatan atau pengamatan langsung, kemudian pengungkapan pengalaman, pengkajian hasil, dan penyimpulan hasil. Siklus belajar ini diusahakan dalam setiap kegiatan sekolah lapangan.• Untuk meningkatkan Pengetahuan dan ketrampilan petani • Dapat menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat• Setiap kegiatan sekolah lapangan, beserta bahan penunjangnya, dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan langsung oleh para petani di desa. Dengan demikian ketrampilan dan pengalaman yang diperoleh peserta akan menjadi bekal yang mudah dialihkan ke dalam tugas sehari-hari di tingkat Poktan 3. Waktu PelaksanaanA. Tempat Pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang dilaksanakan di Kelompoktani Kedungmlati Desa Kedungmlati Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang B. Pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang ( SL ) di Kelompoktani Kedungmlati dihadiri oleh 20 orang peserta yang berasal dari petani dan pemuda tani juga dihadiri oleh 2 unsur lainnya yaitu Penyuluh wilayah binaan dan Perangkat Desa . Sekolah Lapang dilaksanakan sebanyak tiga kali yaitu :• SL Pertama : Hari Kamis, tanggal 3 Agustus 2017• SL Kedua : Hari Kamis, tanggal 7 September 2017• SL Ketiga : Hari Rabu, tanggal 20 September 2017 a. Peserta Peserta Sekolah Lapa ( SL ) berjumlah 22 Orang antara lain terdiri dari :• 16 orang petani dewasa dan 4 orang pemuda tani • 1 Orang Penyuluh Wibi , 1 Orang Perangkat Desa b. Hasil Kesepakatan :• Pada setiap akhir proses belajar dicapai adanya kesepakatan tindak lanjut diantaranya: kesiapan untuk menerapkan teknologi yang sudah dipelajari oleh peserta , pemecahan masalah (bagaimana dan kapan ) prioritas materi pada pertemuan selanjutnya . TIM BPP KESAMBEN DAN TIM KAB