Pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian. Rekomendasi pemupukan berimbang N-P-K-S berpedoman kepada dosis anjuran spesifik lokasi yang dinamis, memperhatikan lahan yang mengalami kekurangan unsur mikro, serta memanfaatkan bahan organik berupa limbah pertanian dan kotoran ternak. Dalam praktek di lapangan, pemupukan berimbang dapat dilakukan dengan penambahan pupuk : Pupuk Tunggal : Urea, ZA, SP-36, & KCl/ZK &organic Pupuk Majemuk : NKP + Urea dan/atau ZA & organik Penggunaan pupuk tunggal tidak menjamin pengaplikasian pupuk secara berimbang Penggunaan Pupuk Majemuk lebih memastikan pemupukan secara berimbang oleh Petani Dengan pengembalian bahan organik ke dalam tanah akan berpengaruh pada kesuburan tanah sehingga : - Peningkatan Produksi Hasil Pertanian - Efisiensi Penggunaan Pupuk - Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup Untuk mengoptimalkan produktifitas pertanian serta efisiensi pemupukan maka dianjurkan penerapan teknologi pemupukan berimbang dikombinasikan dengan penggunaan bahan Organik.