Produksi dan mutu hasil suatu tumbuhan yang dapat hidup di suatu daerah dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu jenis tanaman, iklim, tanah, dan pengelolaan.Iklim. Indonesia termasuk ke dalam wilayah iklim tropis. Tumbuh-tumbuhan yang dapat hidup dengan baik di wilayah iklim sub-tropis belum tentu dapat hidup dengan baik di wilayah iklim tropis dan sebaliknya. Komponen iklim yang paling besar pengaruhnya terhadap hasil dan mutu Hijauan Pakan Ternak (HPT) di Indonesia adalah curah hujan dan suhu udara.Curah hujan, pada musim hujan produksi HPT biasanya tinggi, tetapi kemungkinan mutunya akan menurun. Hal ini disebabkan karena pada musim hujan pertumbuhan Tanaman Pakan Ternak (TPT) lebih cepat daripada musim kemarau. Akibatnya peternak kelebihan pasokan sehingga banyak rumput yang terlambat dipotong. Apabila rumput dipotong terlalu tua, kandungan serat kasarnya meningkat, sedangkan kandunagn protein kasarnya menurun.Suhu udara, suhu udara biasanya ditentukan oleh ketinggian tempat dari permukaan laut, dimana setiap perubahan tinggi 100 m, suhu udara berbeda sebesar 10 C. Dengan demikian spesies yang tumbuh pada ketinggian tertentu, mampu beradaptasi pada suhu di tempat itu.Spesies. Jenis tanaman pakan ternak berpengaruh terhadap produksi HPT maupun mutu HPT, bahkan jenis yang sama tetapi kultivar yang berbeda, produksi HPT nya akan berbeda. Rumput Benggala cv. Purple guinea produksi HPT nya lebih tinggi dibandingkan rumput Benggala cv. Riversdale. Produksi rumput Gajah dan rumput benggala akan berbeda. Peternak harus dari awal HPT yang akan ditanam dan diberikan kepada ternak mempunyai kelebihan dalam hal produktivitas, palatabilitas, nilai gizi dan kemampuannya dalam beradaptasi dengan iklim setempat.Pengelolaan. Pengelolaan atau manajemen Tanaman Pakan ternak akan menentukan produksi maupun kualitas HPT. Pengelolaan ini sering diabaikan oleh peternak. Jika pengelolaan dalam budidaya TPT baik, maka pasokan HPT sepanjang tahun akan terjamin. Tanaman harus dipelihara dengan baik, dan harus dipupuk baik dengan pupuk kandang maupun pupuk kimia. Peternak dapat membuat parit di depan atau di belakang kandang untuk mengalirkan air bekas memandikan sapinya atau membersihkan kandangnya. Air itu, biasanya sudah tercampur dengan kotoran sapi, dialirkan ke kebun rumput yang berada di dekat kandang. Dengan demikian TPT tumbuh dengan subur, hasil hijauannya tinggi.Benih. Benih merupakan salah satu komponen plasma nutfah yang penting, karena kehidupan tanaman berawal dari benih. Kondisi perbenihan tanaman pakan ternak di Indonesia belum digarap secara serius. Sehingga untuk mendapatkan benih yang prima (terjamin kemurnian dan kualitasnya) baik untuk memenuhi kebutuhan pengguna maupun bahan penelitian biasanya diimpor dari luar negeri yang harganya relative mahal. Bibit, atu benih sangat menentukan produksi suatu tanaman termasuk Tanaman Pakan Ternak. Stek rumput Gajah yang akan digunakan sebagai bibit sebaiknya berumur 2 tahun (sudah tua). Jika penggunaan bibit dilakukan dengan tepat maka produksi hijauannya juga akan optimal. Sementara itu, untuk tanaman leguminosa bisanya digunakan biji, rhizoma, atau stolon sebagai bahan tanam. (Penulis: Suwarna) Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian," Sumber daya Genetik Tanaman Pakan Ternak Adaptif Lahan Kritis, 2012.