Sudimoro merupakan kecamatan bagian Timur Kabupaten Pacitan yang geografinya berbukit-bukit dipenuhi dengan lahan berteras. Lokasi yang cocok untuk tanaman perkebunan, padi gogo dan palawija. Sawah di kecamatan Sudimoro sekitar 300 Ha yang dialiri teknis. Untuk itu perlu pengembangan teknologi intensifikasi. Berbagai upaya dilakukan, terutama untuk mengefisiensika usaha tani. Petugas Lapang sebagai fasilitator Gapoktan maupun Poktan melakukan pengembangan-pengembangan teknologi spesifik lokasi. Beberapa tahun terakhir , petani mulai mengeluhkan masalah hama dan penyakit yang mulai sulit dikendalikan. Sementara harga pestisida semakin mahal. Memang penggunaan pestisida harus dengan syarat tertentu, apabila syarat tersebut dilanggar upaya pengendalian justru mempercepat populasi hama dan penyakit. Keluhan petani direspon petugas lapang dengan melakukan sosialisasi penggunaan pestisida nabati MICESSLA. Formulasi pestisida nabati Micessla merupakan hasil kajian dari departemen proteksi tanaman Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. BBPP Ketindan telah mengajarkan formulasi ini kepada peserta pelatihan pertanian organik yang diadakan oleh balai diklat Provinsi Jawa Timur yang bekerjasama dengan BKD Kabupaten Pacitan. Ilmu yang didapat langsung dicoba untuk mengatasi keluhan petani. MICESSLA adalah kepanjangan dari Mimba, Cengkeh, Sereh, Suruh dan Laos. Kali ini kita akan mengupas beberapa faidah dari bahan-bahan tersebut. Namun sebelum membahas masalah manfaat per bahan, baiklah penuliskan cara pembuatan pestisida nabati MICESSLA. Bahan pestisida nabati ini adalah: Air 25 liter diupayakan steril, Daun Mimba 400 gr, Daun Cengkeh 400 gr, Sereh Wangi 400 gr, Daun Suruh 400 gr dan Rimpang Laos 400 gr. Cara pembuatan semua bahan dipotong kecil-kecil dan ditumbuk halus. Dapat menggunakan blender untuk menghaluskan. Ketika menggunakan blender campur bahan dengan air dulu lalu blender. Setelah diblender langsung dimasukkan ke wadah tertutup yang steril. Begitu juga kalau ditumbuk, setelah ditumbuk langsung dimasukkan pada ember tertutup. Setelah bahan diblender atau dilembutkan campur dengan air 25 liter. Bila saat memblender menggunakan air sekitar 500 ml perbahan total telah menggunakan air 500 ml x 5 = 2,5 liter, maka hanya perlu menambahkan air sebanyak 22,5 liter. Setelah ditambah air diaduk dan ditutup dibiarkan di suhu ruangan sekitar 24 jam. Setelah didiamkan 24 jam, larutan disaring dan air saringan dimasukkan di botol tertutup atau jerigen tertutup. Pesnab siap digunakan. Penggunaan pesnab MICESSLA adalah dengan melarutkan 1 liter pesnab dengan 10 liter air atau 1 : 10. Bila menggunakan handsprayer isi 15 litermaka pemakaian pesnab sekitar 1,5 liter. Cara penyemprotan, disemprotkan pagi atau sore dengan intensitas penyemprotan 2 minggu sekali dan intensitas penyemprotan dapat ditambah sesuai intensitas serangan hama dan penyakit pada tumbuhan. Setelah mendapatkan sosialisasi dan mencoba membuat bersama dengan petani. Beberapa hari setelah mencoba, petani menggunakan hasil pesnabnya untuk mengendalikan hama kutu dilahan dan ternyata manjur. Penggunaaan pesnab MICESSLA mulai menjadi alternatif.