Loading...

PESONA INUL MENUAI BERKAH DI BULAN RAMADHAN DAN COVID-19

PESONA INUL MENUAI BERKAH DI BULAN RAMADHAN DAN COVID-19
Berkah ramadhan sepertinya dirasakan oleh petani di beberapa Desa yang terdapat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus, setelah selesai panen padi dimusim pertama kini tiba saatnya memasuki panen semangka di musim tanam kedua. Di tengah pandemik Covid-19 tidak menghalangi semangat para pejuang pangan tersebut untuk terus berkarya menjaga kedaulatan pangan. Sektor pertanian menjadi kebutuhan prioritas dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sektor ini tidak bisa dianggap remeh karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok manusia. Kasus covid-19 di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Pemerintah juga selalu menekankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan melakukan social distancing jika harus bepergian ke luar rumah. Sebisa mungkin jika tidak memiliki keperluan yang mendesak, pemerintah menghimbau masyarakat agar tetap berada di rumah. “Dari hari ke hari ada penambahan kasus yang signifikan. Ini menandakan proses penularan masih berlangsung. Ini kita maknai bahwa masih ada pasien positif yang masih ada di tengah-tengah kita. Sekali lagi, mari bersama-sama putus rantai penyebaran ini,” ujar Achmad Yurianto, Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dalam Konferensi Pers Covid-19 di Kantor BNPB. Ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan mengajak masyarakat untuk memperbanyak konsumsi produk pertanian seperti buah dan sayur secara rutin untuk meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) di tengah merebaknya Covid-19. Setidaknya masyarakat wajib mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan E. WHO juga sudah menganjurkan agar mengkonsumsi sayuran sebanyak 150 gram dan buah 250 gram per hari. Menurutnya, vitamin C bisa didapatkan dari buah jeruk, jambu biji, semangka, dan pepaya. Sementara untuk sumber vitamin E bisa didapatkan dari produk sayuran tauge seperti wortel, bayam, lobak hijau dan brokoli. "Agar tubuh kita mampu menangkal penyerbu-penyerbu asing (virus, kuman, dan bakteri), maka limfosit (sel darah putih) harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan produksi limfosit. Vitamin C bekerja seperti antibiotika di dalam tubuh untuk menghancurkan virus penyebab penyakit," terang Ali. Kandungan gizi yang terdapat dalam buah semangka dari kebutuhan tubuh yaitu vitamin C 21%, vitamin A 18%, Kalium 5%, Magnesium 4%, dan Vitamin (B1, B5, dan B6) 3%. Semangka mengandung hampir 90% air yang menjadikannya sebagai salah satu sumber hidrasi terbaik. Tak heran, jika manfaat buah ini bisa mengatasi dehidrasi. Menikmati beberapa potong semangka di saat berbuka puasa dapat membuat tubuh lebih segar dan bugar dalam melanjutkan aktivitas. Berbekal kandungan air yang begitu tinggi, ditambah dengan serat didalamnya, menjadikan semangka sebagai salah satu sumber makanan yang patut dikonsumsi demi menjaga kesehatan pencernaan. Kandungan air dan serat pada buah semangka membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit. Saat ini petani di beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus sedang menikmati musim panen semangka di musim tanam kedua. Salah satunya di Desa Sidorekso, Gamong, dan Blimbing Kidul dengan luas panen hamparan di masing-masing desa 7 Ha, 5 Ha, dan 2 Ha. Musim panen kali ini bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan. Produktivitas yang diperoleh yaitu 8,35 ton/ Ha dengan harga jual di tingkat petani Rp. 3.000,00 per Kg sedangkan di tingkat konsumen Rp. 5.000,00 per Kg, dengan rata-rata bobot per buah sekitar 2,3 – 3,5 Kg. Penentuan harga ditentukan oleh besar kecilnya bobot buah jika bobot lebih dari 2 Kg masuk grade A, ukuran 1.5-2 Kg masuk grade B, dan Grade C dibawah 1 kg dan bentuk buah tidak beraturan. Pemasaran hasil pertanian dilakukan di tingkat lokal (80%) dan sisanya (20%) dijual pasar-pasar di luar kecamatan Kaliwungu. Alasan permintaan konsumen yang begitu banyak menyebabkan penjualan terbesar di tingkat lokal. Pesona semangka inul varietas esteem memikat beberapa petani untuk menanamnya, antara lain menurut, Ahmad Sadzali salah satu pengurus Poktan Rejo Mulyo Desa Sidorekso yaitu, “usia panen yang lebih cepat dibandingkan semangka biasa, karena pada waktu musim tanam pertama sudah mengalami kemunduran jadwal tanam sehingga alternatif untuk mengejar tanam musim tanam ketiga dicarikan varietas yang umurnya pendek dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain itu, dia juga menambahkan bahwa semangka inul perawatannya lebih mudah tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman sehingga peluang bakal buah positif menjadi lebih besar.” Lain halnya dengan Rasmin petani yang tergabung di Poktan Sido Rukun Desa Blimbing Kidul menuturkan bahwa, “semangka inul mempunyai kulit buah yang tebal sehingga mengurangi resiko rusak saat proses panen terutama pada saat pengambilan buah dan pengangkutan”. Sedangkan menurut Singun petani di Poktan Sumber Rejeki Desa Gamong mengatakan, “Menanam semangka inul menghemat lahan karena ukuran panjang tanaman lebih pendek dari semangka bulat, dan mampu membesarkan buah dalam satu tanaman sebanyak 2-3.” OK SETYANTO SETYAWAN, S.P. Penyuluh Pertanian Pertama DPD Perhiptani Kudus bidang Kaderisasi