Loading...

PESTISIDA NABATI DARI DAUN KEMANGI

PESTISIDA NABATI DARI DAUN KEMANGI
Konsep pertanian ramah lingkungan adalah konsep pertanian yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem dimana pertanian ramah lingkungan mengutamakan tanaman maupun lingkungan serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang relatif murah dan peralatan yang relatif sederhana tanpa meninggalkan dampak yang negatif bagi lingkungan.Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pestisida nabati ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya. Tanaman kemangi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati, tanaman ini telah ditanam hampir di seluruh Nusantara. Tumbuh pada tepi-tepi jalan dan tepi-tepi ladang, pada sawah-sawah kering dan dalam hutan-hutan jati seringkali disemaikan di kebun-kebun dan pekarangan rumah, Selain sebagai bahan makanan / lalapan, kemangi kaya akan kandungan senyawa kimia yang baik untuk kesehatan seperti pada bunga mengandung anthocyanins, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, dan quercetin yang berfungsi peluruh haid, abortivum, dan membuyarkan bekuan darah. Pada akar mengandung cyanidin mono-glycoside yang berfungsi sebagai anti radang dan peluruh haid. Pada biji mengandung saponin dan fixed oil yang berfungsi sebagai penghenti perdarahan (hemostatis), meningkatkan fungsi pencernaan, mempunyai efek melunakkan massa yang keras (tumor), anti kanker, peluruh haid, dan mempermudah persalinan (parturifasien). Selain itu kemangi ini juga kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, yaitu minyak atsiri: Osimena, farnesena, sineol, felandrena, sedrena, bergamotena, amorfena, burnesena, kadinena, kopaena, kubebena, pinena, terpinena, santalena, sitral, dan kariofilena. Senyawa lain : Anetol, apigenin, asam askorbat, asam kafeat, eskuletin,eriodiktiol, eskulin, estragol, faenesol, histidin, magnesium,ß-carotene,ß-sitosterol (Ririn, 2012). Cara pembutan pestisida nabati dari daun kemangi adalah sebagai berikut : Alat dan Bahan? Pisau ? Baskom ? Kompor ? Wajan/panci ? Saringan ? Daun kemangi ? Ekstrak menimun (mentimun yang sudah diperas airnya) ? Air Cara Membuata. Potong dan cacah kecil daun kemangi. Kemudian cuci dengan air.b. Panaskan air hingga mendidih, lalu masukkan cacahan daun kemangi, rebus selama 1 jam hingga volume air menjadi sedikit.c. Dinginkan kurang lebih 30 menit, kemudian saring untuk memisahkan air dengan ampas daun kemangid. Tambahkan ekstrak mentimun.e. Pestisida nabati dari daun kemangi siap digunakan.Cara menggunakanPestisida nabati daun kemangi digunakan dengan cara menyemprotkan langsung kepada tanaman atau kepada organisme pengganggu tanaman. Pestisida nabati daun kemangi mampu melemahkan dan mematikan hama tanaman. Pestisida nabati daun kemangi berperan dalam mengendalikan hama serangga, terutama hama yang berukuran kecil seperti belalang hijau dan ulat. Oleh NUR AZISAH, SPPenyuluh Pertanian Desa Tirong Kecamatan Palakka