Loading...

PESTISIDA NABATI DARI EMPON EMPON

PESTISIDA NABATI DARI EMPON EMPON
Pembuatan Pestisida Nabati dari Empon-empon Team Penyuluh BPP Kec. Bandar Menurut Rachman Sutanto (2002) dalam bukunya “Penerapan pertanian Organik”, mengatakan bahwa sesungguhnya penggunaan biopestisida ini telah lama dikenal dan diterapkan oleh nenek moyang kita sebagai salah satu kearifan lokal. Sangat disayangkan bahwa kearifan lokal ini sudah banyak dilupakan oleh masyarakat kita, padahal keuntungan dari penerapannya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Bahan-bahan pembuatannya pun mudah dan relatif murah, bahkan terkadang melimpah di alam. Dalam kaitannya dengan program penerapan Sistem Pertanian Berkelanjutan pun, biopestisida merupakan salah satu komponen teknologi yang direkomendasikan oleh banyak ahli. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan biopestisida berasal dari bahan hidup seperti tumbuh-tumbuhan (empon-empon, jarak, jengkol, biji srikaya, tembakau, nimbi, dll) dan mikroba (cendawan, bakteri, virus dan protozoa). Berdasarkan penelitian, sebagian tumbuhan mengandung bahan kimia yang dapat membunuh, menarik dan menolak serangga, sebagian juga menghasilkan racun, mengganggu siklus pertumbuhan serangga, sistem pencernaan atau mengubah perilaku serangga.Di dunia pertanian tanaman empon-empon seperti tanaman kunyit, lengkuas, jahe sangat bermanfaat sekali khususnya untuk mengendalikan hama tanaman yang dibudidayakan. Kandungan kimia zat-zat yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah zat kurkuminoid, dan minyak atsiri. Sedangkan sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Kandungan dalam jahe inilah yang bermanfaat membunuh kutu-kutuan dan nematoda. Tanaman lengkuas mengandung minyak atsiri yang mampu membunuh hama seperti aphids dan thripsCara pembuatan pestisida nabati sangat mudah. Yang perlu dipersiapkan:1. Rimpang kunyit, lengkuas, jahe masing-masing sekitar 500 gram2. Alat penumbuk3. Wadah/botol4. Air bersih sebanyak 1 ltrPembuatan:1. Tumbuk halus kunyit,jahe dan lengkuas2. Masukkan hasil tumbukan ke dalam wadah yang berisi air3. Tutup wadah/botol yang rapat,kemudian diamkan selama 6-12 jam4. Siap digunakanSetelah didiamkan selama 6-12 jam, siap digunakan untuk membasmi hama tanaman seperti, thrips, aphids nematoda, dan kutu-kutuan. Cara penggunaanya adalah 1:10, yaitu 5-10 ml dilarutkan kedalam 1 liter air. Intensitas penyemprotan adalah 1-2 minggu sekali tetapi jika seranga sudah parah dapat ditambah dosisnya dengan intensitas 3 hari sekali.Pestisida nabati merupakan salah satu solusi ramah lingkungan dalam rangka menekan dampak negatif akibat penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Diharapkan petani mau untuk membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati sebagai solusi dalam mengendalikan hama tanamannya. DAFTAR PUSTAKAThamrin, M,dkk. 2005. Potensi Ekstrak Flora Lahan Rawa Sebagai Pestisida Nabati Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. Jurnal Pertanian. Vol.3(1): 35-54.Alfallah Kholid.2014. Pestisida Nabati Kunyit, Lengkuas, Jahe, dan serai (KLJS) Si Pembasmi Nematoda, Thrips, Aphids,dll. http://kholidalfallah.blogspot.com/2014/01/pestisida-nabati-dari-empon-empon.html. 30 Mei 2018Asikin,S.2015. Biopestisida sebagai Kearifan Lokal dalam Mengendalikan Hama untuk Menunjang Pertanian Organik. http://balittra.litbang.pertanian.go.id. 30 Mei 2018Sutanto,R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Permasyarakatan dan. Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.