Bawang merah merupakan komoditas unggulan yang dicanangkan oleh Kementrian Pertanian, namun sampai sekarang masih banyak mengalami permasalahan dalam budidaya tanaman bawang merah yang disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pengendalian OPT masih belum optimal karena pelaksanaannya tidak berkelanjutan serta kurang memperhatikan prinsip-prinsip PHT. Saat ini pemakaian pestisida kimia semakin besar sehingga banyak hama penyakit tanaman bawang merah yang semakin resisten. Berikut ini adalah beberapa contoh pembuatan Pestisida Nabati: Mindi Tembakau Peralatan : Blender atau alat penumbuk, ember, gayung, timbangan, pengaduk, saringan, jerigen, corong Bahan : Mindi 2 kg, tembakau 1 kg, air panas 4 liter Langkah pembuatan : siapakan alat dan bahan, timbang bahan, semua bahan ditumpuk sampai halus, dimasukkan dalam ember, tambahkan air panas 4 ltr, diaduk, didiamkan selama 24 jam (sebaiknya ditutup rapat), saring, siap diaplikasikan. Cara Aplikasi : disemprotkan dengan dosis aplikasi 60cc per tangki semprot dengan frekwensi 3x per minggu. Pengaruh “dosis perkiraan” terhadap efektifitas pestisida organik adalah : jika dosisnya terlalu rendah menjadi tidak mampu mengendalikan OPT (OPT tidak mati), jika dosisnya terlalu tinggi maka terjadi pemborosan dalam penggunaan pestisida organik Pengaruh penggunaan air panas terhadap metabolit sekunder memberikan dampak positif dan negatif. Dikatakan berdampak positif karena mampu mempercepat proses pemisahan metabolit dari partikel bahan. Berdampak negatif karena dapat mempercepat terjadinya penguapan metabolit sekunder karena sifatnya yang mudah menguap sehingga dapat mengurangi jumlah metabolit sekunder yang terlarut. Micessla Peralatan : Blender atau alat penumbuk, ember, gayung, timbangan, pengaduk, saringan, jerigen, corong Bahan : Mindi, Cengkeh, Sereh Wangi, Daun Sirih, Laos, air matang ( masing-masing sebanyak 300-400 gram, air 5 ltr) Langkah pembuatan : Siapkan alat dan bahan, sortasi bahan, ditimbang, lakukan pencucian bahan, lakukan pemblenderan atau penumbukan, masukkan dalam ember tambahkan air, diaduk kemudian dimasukkan dalam jerigen, didiamkan selama 24 jam, lakukan penyaringan, simpan didalam suhu ruang dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cara aplikasi : dosis semprot 200 cc per tangki semprot, waktu aplikasi sore hari, interval penyemprotan sesuai kebutuhan atau dua minggu sekali. OPT sasaran : hama dan penyakit tanaman karena mengandung bahan yang bersifat insektisida, fungisida maupun bakterisida (seperti mimba untuk insek dan fungi, daun sirih sebagai fungisida, daun cengkih sebagai fungisida dan bakterisida, serai wangi sebagai insektisida, laos sebagai insektisida. Keberhasilan penggunaan pestisida organik di lapangan sangat ditentukan oleh kualitas pestisida hayati maupun pestisida nabati. Sumber : BBPP Ketindan, Malang (2019) Penulis : Joko Nugroho, SP - Penyuluh Pertanian Pertama – Balai Penyuluha Pertanian Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk