Pestisida Nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Pestisida nabati sudah dipraktekkan 3 abad yang lalu. Pada tahun 1690, petani di Perancis telah menggunakan perasaan daun tembakau untuk mengendalikan hama kepik pada tanaman buah persik. Tahun 1800, bubuk tanaman pirethrum digunakan untuk mengendalikan kutu. Penggunaan pestisida nabati selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, harganya relatif lebih murah apabila dibandingkan dengan pestisida kimia. Pestisida nabati bersifat "pukul dan lari" yaitu apabila diaplikasikan akan membunuh hama pada waktu itu dan setelah terbunuh maka residunya cepat menghilang di alam. Jadi tanaman akan terbebas dari residu sehingga tanaman aman untuk dikonsumsi. Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik yaitu : 1. merusak perkembangan telur, larva, dan pupa. 2. menghambat pergantian kulit.3. menganggu komunikasi serangga. 4. menyebabkan serangga menolak makan.5. menghambat reproduksi serangga betina. 6. mengurangi nafsu makan.7. memblokir kemampuan makan serangga. 8. mengusir serangga (Repellent).9. menghambat perkembangan patogen penyakit. Keunggulan pestisida nabati adalah : 1. murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani.2. relatif aman terhadap lingkungan.3. tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.4. sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama.5. kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain.6. menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia. Kelemahannya adalah :1. daya kerjanya relatif lambat.2. tidak membunuh jasad sasaran secara langsung.3. tidak tahan terhadap sinar matahari.4. kurang praktis.5. tidak tahan disimpan.6. kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang. PEMBUATAN PESTISIDA NABATI Untuk menghasilkan pestisida nabati yang dibuat secara sederhana yaitu : 1 . Penggerusan, penumbukan, pembakaran, atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta. 2 . Rendaman untuk mendapatkan ekstrak rebusan bagian tanaman atau tumbuhan misalnya akar, batang, umbi, batang, daun, biji, dan buah. RAMUAN PESTISIDA NABATI DAN APLIKASINYA A. Ramuan untuk mengendalikan Serangga hama : 1. Ramuan untuk mengendalikan serangga hama secara umum Bahan : Daun nimba 8kg, Lengkuas 6kg, Serai 6kg, Sabun colek 20 gr, Air 20 lt, Cara membuat : Daun nimba, lengkuas, dan serai ditumbuk atau dihaluskan. Seluruh bahan diaduk dalam 20 lt airlalu direndam 24 jam. Setelah itu larutan disaring, larutan hasil penyaringan diencerkan kembali 1 lt dilarutkan dengan 30 lt air, larutan ini dapat digunakan untuk 1 ha. 2. Ramuan untuk mengendalikan hama rodentia (tikus) Bahan : - Umbi gadung racun atau gadung KB 1 kg. - Dedak (padi atau jagung) 10 kg. - Tepung ikan 1 ons. - Kemiri 1 ons dan Air. Cara membuat : - Umbi gadung dikupas lalu dihaluskan. - Semua bahan dicampur, diaduk rata, dan dibuat dalam bentuk pelet kering. - Umbi gadung racun adalah gadung yang batangnya bulat berkayu, sedangkan gadung berbatang lunak berbentuk segitiga dan digunakan untuk memandulkan tikus. Aplikasinya : pelet-pelet ditebarkan di tempat jalannya tikus atau di lorong-lorong sarang tikus. 3. Ramuan untuk mengendalikan hama wereng Bahan : kecubung 2 butir, jenu 1 kilogram.Cara membuat : kedua bahan direbus dengan air sampai mendidih, kemudian disaring.Cara penggunaan: setiap 1 liter air rebusan dicampur dengan 16 liter air. Semprotkan pada tanaman yang terserang hama wereng. Sumber : http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/653-pengendalian-hama-pada-tanaman-padi-yang-ramah-lingkungan Penulis : ENING SUPRIHATININGSIH, SP (BPP SIDOREJO, Kab. MAGETAN)