PESTISIDA ORGANIK (PESTISIDA NABATI)OLEHNOVIAN DONI, SPKABUPATEN MUSI RAWAS2019 PENDAHULUAN Seperti halnya dengan manusia, tanaman juga akan mengalami sakit atau terserang hama maupun penyakit, bila kondisi fisiknya tidak baik. Hal ini dapat dikarenakan adanya perubahan iklim /cuaca atau memang sejak awal menggunakan benih /bibit yang tidak baik jadi mudah terserang , bisa juga dari kondisi tanahnya, dan lain-lain. Banyak kendala-kendala yang mempengaruhinya. Untuk mengatasinya tentu saja dapat menggunakan obat-obatan yang pilihannya banyak di pasaran. Tergantung dari tanamannya menderita apa dan kejelian serta kecerdasan kita untuk dapat memulihkan tanaman agar dapat sehat kembali. Bila kita menghendaki hidup sehat dan ramah lingkungan ada pilihan atau opsi yang ditawarkan yaitu menggunakan “BAHAN-BAHAN ALAMI” untuk mengusir atau menghalau musuh-musuh alami yang menyerang tanaman , tanpa harus mematikannya, sehingga siklus EKOSISTEM masih tetap terjaga Pestisida nabati adalah salah satu alternatif sebagai pengganti pestisida kimia yang mahal dalam mengendalikan hama. Pestisida sudah menjadi kebutuhan pokok dalam bidang pertanian. Pestisida nabati dapat dibuat secara sederhana dan mudah dengan biaya murah sehingga dapat menekan biaya produksi pertanian. Dari pengalaman beberapa petani, pemakaian pestisida nabati bisa menekan ongkos produksi sampai 40%.Bahan yang digunakan untuk membuat pestisida nabati tidaklah sulit untuk kita jumpai bahkan tersedia secara gratis. Contohnya seperti daun brotowali bisa mengatasi lalat buah, bila ditambah kecubung wulung dapat mengendalikan ulat grayak atau hama penggerek batang. Mimba pembasmi ulat tanah Agrotis sp, belalang, aphids, dan ulat grayak. Daun mimba dan sirih mengatasi antraknosa pada cabe merah. Larutan/parutan jahe, cengkeh untuk mengusir serangga, mengatasi Plutella xylostella pada kubis. Umbi bawang putih dan bawang merah bisa mengendalikan serangan ngengat dan kupu-kupu, Alternaria porii, dan layu fusarium. Daun mindi mengatasi ulat grayak Spodoptera sp. dan ulat daun Plutella xylostella, daun cocor bebek menanggulangi larva ulat daun Plutella xylostella. Daun dan biji suren bisa membasmi walang sangit, hama daun Eurema sp. Akar dan daun serai wangi ampuh terhadap aphids dan tungau. Daun babadotan membasmi ulat. Daun cengkih sebagai fungisida. Umbi gadung mengendalikan aphids dan tikus. Buah maja untuk mengusir walang sangit. Buah mengkudu sebagai larvasida. Kulit batang pasak bumi musuhnya lalat buah. Daun tembakau ampuh terhadap aphids. Teh basi untuk mengusir semut. Untuk meramu bahan-bahan tersebut menjadi pestisida nabati tidak ada aturan baku. Ini tergantung pengalaman dan jenis hama yang kita kendalikan. Dibawah ini ada beberapa resep pestisida nabati yang bisa digunakan: Resep pestisida nabati ini menggunakan daun mindi 2 kg, tembakau 2 kg, brotowali 2 kg, buah mengkudu 5 kg, dan andaliman 1 kg. Semua bahan dihaluskan dengan cara menumbuk atau mencacah secara terpisah. Kemudian bahan-bahan tersebut dilarutkan dalam air 10 liter. Kemudian simpan dalam wadah dan tutup rapat. Campuran bahan ini baru bisa digunakan setelah lima hari. Aplikasi resep pestisida nabati ini adalah dengan melarutkannya pada media air dengan perbandingan 1:30. Resep pestisida nabati ini efektif mengendalikan hama kutu kebul pada cabai, tungau, jenis ulat dan berbagai jenis hama lainnya. Resep pestisida nabati yang kedua ini menggunakan bahan 1kg bawang putih dihaluskan, tambahkan 100 cc EM4 dan gula pasir 100 gr. Kemudian aduk sampai rata dan larutkan dalam 5 liter air. Kemudian pestisida nabati ini difermentasikan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu saring dan siap untuk digunakan. Penggunaannya dengan melarutkanya pada air dengan perbandingan 1:20. Pestisida nabati ini efektif mengendalikan thrips pada tanaman cabai. Biji mimba tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba, rendam dalam 10 liter air semalam, dan aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman. Resep pestisida nabati ini efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri dan nematoda. Daun mimba sebanyak 1 kg ditumbuk halus dan rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata saring dan siap digunakan. Umbi gadung tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus. Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman. Pestisida nabati ini efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Pestisida Urinsa. Bahan-bahan yang digunakan 3.5 kg kunyit (haluskan), 3.5 kg temulawak (haluskan), 3 kg temu hitam (haluskan), 3 buah maja (haluskan), 100 liter urine sapi. Tuang urine ke dalam tong. campur kunyit, temulawak, temu hitam, dan buah maja yang telah halus, lalu masukkan kedalam karung plastik dan ikat. rendam campuran dalam urine sapi, aduk campuran plastik tiap tiga hari sekali. setelah satu bulan angkat karung plastik dan pestisida urinsa siap diaplikasikan. Efektif mengendalikan hama tanaman padi. (dirangkum dari berbagai sumber)