Salah satu tolak ukur keberhasilan seorang penyuluh pertanian adalah ketika petani atau kelompok tani yang dibinanya berhasil dalam menjalankan aktifitas usaha taninya. Sebagai pendamping, pembimbing dan pembina petani, setiap penyuluh pertanian memang dituntut memiliki kemampuan untuk mengawal setiap kegiatan usaha tani yang dilakukan oleh para petani binaannya, sehingga mereka berhasil dalam usaha tani mereka. Meningkatnya produktivitas hasil pertanian yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, menjadi tujuan utama dari tugas seorang penyuluh. Begitu juga dengan para petani atau kelompok tani, selama mereka mau menjalankan semua arahan dan bimbingan teknis yang dilakukan oleh para penyuluh, Insya Allah juga akan mendapatkan hasil memuaskan dari kegiatan usaha tani mereka. Sinergi yang baik antara penyuluh pertanian dengan para petani, merupakan kunci dari keberhasilan sebuah aktifitas usaha tani. Keakraban penyuluh dengan para petani saat melaksakan pembinaan dan penyuluhan di lapangan, akan memudahkan para penyuluh mentransfer pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang pertanian kepada para petani. Begitu juga dengan para petani, hubungan interaktif yang baik dengan penyuluh juga akan berdampak pada peningkatan produktivitas hasil pertanian mereka. Ada semacam "simbiosis mutalisma" antara penyuluh dengan petani, para penyuluh yang berhasil membina pra petani binaan mereka, akan mendapatkan penilaian kinerja baik yang akan menunjang karir kepenyuluhan mereka. Hubungan kerjasama yang baik antara penyuluh dengan petani seperti ini, sudah lama ditunjukkan oleh para penyuluh pertanian yang bertugas di Teupah Barat. Nuansa kekeluargaan yang kental, selalu terlihat ketika para penyuluh itu berada ditengah-tengah para petani yang menjadi binaan mereka. Begitu juga dengan para petani, mereka sudah menganggap para penyuluh itu sebagai bagian tak terpisahkan .