Loading...

Petani Bultim hambur benih 4.250 Kg untuk Lahan Sawah 170 Ha

Petani Bultim hambur benih 4.250 Kg untuk Lahan Sawah 170 Ha
Luas Lahan baku sawah kecamatan yang merupakan wilayah kerja BPP Bulango Timur adalah seluas 219 Ha. Sawah tersebut berpengairan teknis dengan sumber air dari irigasi lomaya dengan tingkat produktivitas mencapai 5,8 sampai dengan 6,5 ton GKP setiap musim tanam. "Lahan sawah 219 Ha ini dikelola oleh 11 kelompok tani yang tersebar di empat desa yaitu Desa Toluwaya 77 Ha dengan 4 poktan, Desa Bulotalangi Barat 3 poktan seluas 70 Ha, Desa Bulotalangi 62 ha dengan 3 poktan dan 1 poktan di Desa Bulotalangi Timur seluas 10 Ha. "Kata Rifda Tahir selaku Penyuluh Di BPP Bulango Timur Disela-sela kegiatan penghamburan benih padi, Ibrahim Adam mengatakan "persemaian dilakukan oleh sebagaian besar petani bulango timur hari ini, sehingganya bibit padi yang akan kami tanam dan panen tidak akan jauh berbeda umurnya dengan padi yang ada dikecamatan-kecamatan lainnya."tuturnya Joni Ismail selaku sekretaris poktan Prima Tani dan salah satu petani Desa Toluwaya menambahkan "meskipun panen belum selesai, kami melakukan persemaian padi. hal ini bertujuan agar kejadian yang kemarin tidak terulang lagi dimusim tanam ini. karena terlambat menanaman sehingga hasil panen kami kurang maksimal karena adanya migrasi serangan OPT diwilayah kami ini. "Katanya sambil melakukan penghamburan benih padi. BPP Bulango Timur terus melakukan pendampingan dan pengawalan dalam mendukung gerakan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah diwilayahnya."Untuk hari, petani Diwilayah kerja BPP Bulango Timur telah melakukan persemaian padi untuk lahan sawah seluas 170 Ha dengan jumlah benih padi yang dihambur sebanyak 4.250 kg dengan varitas terdiri dari Mekonga, Situbagendit, Ciherang dan Inpari 41. Dan Inshaa Allah, akhir bulan Januari 2018 akan ada penanaman dan target LTT padi Sawah akan tuntas pada minggu ke 2 bulan Pebruari 2018. "Kata Rifda Tahir Lebih lanjut "Saya dan Teman-teman penyuluh lainnya siap mengawal dan mendampingi petani dalam hal teknis utamanya dalam pengamatan dan pengendalian OPT nantinya. olehnya, petani tak perlu sungkan untuk melapor dan diharapkan agar terus berkomunikasi dengan penyuluh yang ada di Desa masing-masing ketika ada permasalahan ditingkat lapangan. "tutur Rifda Tahir (AdminBPP). Penulis: Suwandi Said S.ST Penyuluh Pertanian Muda