Loading...

PETANI CABE RAWIT DESA JARANGAN MERAUP UNTUNG DI MUSIM PANCAROBA

PETANI CABE RAWIT DESA JARANGAN MERAUP UNTUNG DI MUSIM PANCAROBA
Bercocok tanam cabe rawit bagi masyarakat Desa Jarangan Kecamatan Rejoso memang jarang dilakukan. Hal ini disebabkan selain membutuhkan ketekunan yang tinggi juga harga yang berfluktuatif apalagi di musim pancaroba pada bulan mei-juli. Potensi gagal panen pun tidak luput dari rasa was-was para petani. Tetapi hal ini tidak menyurutkan niat Zainul Rosyid (41th) untuk tetap semangat menanam cabe rawit. Kali ini dia menanam cabe rawit varietas cakra. Sawah yang ia tanami seluas 1500 m2 dengan jumlah populasi sebanyak 2000 pohon. Dengan luas segitu, ia mengeluarkan modal sebesar 7 juta rupiah. Biaya tersebut ia gunakan untuk mengolah lahan, membeli pupuk kandang, pembelian mulsa, membeli bibit, biaya tanam, pembelian pupuk dan obat-obatan. Untuk populasi 2000 pohon cabe rawit Zainul memperoleh hasil panen total sebanya1 ton dengan harga jual di tingkat petani Rp 30.000/kg. Dengan demikian total pendapatannya sebesar 30 juta rupiah. Betapa gembira hati petani tersebut dengan perolehan yang tidak disangka-sangka. Memang pada bulan Mei-Juli 2018 merupakan musim pancaroba. Dimana perubahan cuaca dari musim penghujan beralih ke musim panas. Tetapi perlu diketahui walaupun sudah memasuki musim panas, dimana pada bulan April sampai mei udara terasa sangat panas bahkan tidak ada hujan sama sekali, tetapi ketika pertengan bulan mei terjadi hujan berturut-turut beberapa hari sehingga kelembaban udara meningkat. Hal inilah yang mungkin menjadi penyebab terjadinya serangan jamur pada cabe rawit di lahan tadah hujan yang mengakibatkan banyak petani gagal panen sehingga harga cabe rawit melonjak. Desa Jarangan berada di Kecamatan Rejoso. Perlu diketahui, Kecamatan Rejoso merupakan dataran rendah dimana ketersediaan air selalu berlimpah sepanjang tahun walaupun pada musim kemarau. Hal ini disebakan adanya sungai Rejoso yang mengalir di tengah-tengahnya sehingga memudahkn para petani untuk bercocok tanam. Dengan suasana seperti ini, perubahan cuaca yang ekstrem dari sangat panas menjadi sangat lembab dapat dihindari di areal lahan cabe rawit. Sehingga pertumbuhan jamur yang menyerang tanaman ataupun buah cabe rawit tidak terlalu mengkhawatirkan.