PETANI CERDAS TAPI TIDAK EKONOMIS DALAM PENGENDALIAN HAMA BURUNG EMPRIT
Pengendalian hama burung emprit pada tanaman padi umumnya dilakukan oleh pelaku utama/petani adalah dengan cara konvensional yaitu memasang rakitan barang bekas berupa kaleng daqn plastik yang dibentangkan di hamparan tanaman kemudian digerakan ( ditarik-tarik secara manual) sehingga menimbulkan bunyi yang keras untuk menghalau burung yang memakan bulir padi Pertani berfikiran cara ini merupakan kebiasaan yang secara turun-temurun dan beranggapan ekonomis tidak mengeluarkan biaya tinggi, padahal bila dicermati dan dihitung secara analisa ternyata malah berbiaya tinggi. Hal inilah fenomena yang unik yaitu Petani Cerdas tapi Tidak Ekonomis dalam berusaha tani tanaman padi untuk pengendalian hama burung emprit. Keadaan tersebut diatas billa Manset petani dirubah dalam pengendalian hama burung emprit dengan padinetisasi akan lebih menguntungkan dalam satu musim panen, selain itu sebagai investasi netpadi/jaringnet untuk usia ekonomis 3 kali musim panen. Berikut perbandingan analisa biaya pengendalian hama burung emprit yang dilakukan di kelompok tani Cahaya Tani desa Getas dan kelompok tani Lebeh Luweh desa Bawang. Perbandingan Analisa Biaya Pengendalian Hama Burung Emprit antara Konvensional dan Padinetisasi 1. Konvensional a. Waktu tunggu jam 06.00 - 09.00 pagi dan 15.00 - 17.30 sore WIB. Total penjagaan 5.5 jam/hari biaya @ Rp.30,000. Sedangkan total masa tunggu 40 hari KHO, dihitung dari umur tanaman 70 HST sampai 110 HST. jumlah biaya 40 HKO x Rp. 30.000 = Rp. 1.200.000,- b. Bahan-bahan (Kaleng Bekas, Tali Rafia plastik bekas dan Pasang) Rp. 25.000 x 2 HKO = Rp. 50.000 Jadi total biasa secara konvensional sebesar Rp. 1.250.000 2. Padinetisasi/Jaringnet A. Alat dan Bahan a. 5 lb Jaringnet ukuran 50 x 4 meter harga Rp. 55.000 x 5 Lb = Rp. 275.000 b. 2 btg bambang harga Rp. 20.000 x 2 btg = Rp 40.000 c. 1 Kg Tambang plastik harga Rp. 55.000 B. Tenaga Kerja a. 2 HOK Tenaga Pasang Rp. 30.000 x 2 HOK = RP 60.000 jadi jumlah total biaya secara Padinetisasi sebesar Rp. 430.000,- 3. Selisih biaya konvensional - Padinetisasi Rp. 1.250.000 - Rp. 430.000 = Rp. 820.000,- Dari analisa tersebut diatas kecerdasan petani tidak ekonomis yaitu dalam satu musim panen padi seluas 1.000 meter persegi mengeluarkan selisih anggaran Rp. 820.000 bila dibandingkan menggunakan jaringnet/padinetisasi.