Loading...

Petani Desa Tegalgirang Kec. Bangodua Kab. Indramayu `menanam Padi Varietas Inpari 32 Hdb Produktivitasnya Meningkat`

Petani Desa Tegalgirang Kec. Bangodua Kab. Indramayu  `menanam Padi Varietas Inpari 32 Hdb Produktivitasnya Meningkat`
Musim tanam 2019/2020 sedang pada masa ahir, masa dimana tanaman padi mulai panen, saat yang ditunggu tunggu oleh petani bisa selamat panen dengan produktifitas yang tinggi harga sangat memuaskan ini harapan hampir semua petani. Selama kurang lebih 120 hari dari mulai sebar ini bukan waktu yang sebentar, ancaman hama penyakit dan bencana alam untuk tanaman padinya mungkin saja terjadi setiap saat, apalagi musim sekarang keadaan curah hujannya agak tinggi, sehingga ekologi tanaman sering lembab yang memungkinkan perkembangan hama penyakit tanaman meningkat, yang diharapkan oleh H. Ahmad Dasuki Ketua Kelompoktani Dewi Sri I juga demikian, proses dari mulai penentuan varietas yang akan ditanam, pengolahan tanah pesemaian tanam pemeliharaan tanamanpun sudah dijalaninya dengan penuh suka duka, kini saat panenpun tiba saat untuk menuai hasil karya sebagai seorang petani. Awal diperkenalkannya inpari 32 HDB di Kecamatan Bangodua musim tanam 2015/2016 melalui kegiatan Dem area Jarwo Super Badan Litbang Pertanian BB PADI SUKA MANDI, masyarakat merasa senang, menyukai varietas ini karena produktifitasnya paling tinggi diantara 5 varietas yang ditanam pada giat ini, walaupun ada sedikit masalah kalau ditanam musim rendeng itu harus waspada akan adanya bencana tanaman rebah kena angin, demikian Tarminah kordinator penyuluh Pertanian BPP Bangodua menyampaikan pada saat pengambilan sampel ubinan panen perdana di Kelompoktani Dewi Sri dengan petani penggarap H Akhmad Dasuki, malah saking senangnya akan keberhasilan varietas ini dalam meningkatkan produktifitas para petani menyebut (mengganti nama) varietas ini dengan sebutan inpari "Macan"atau "Krempel". Setelah selama kurang lebih 4 bulan memelihara tanaman padinya, tepat tanggal 18-4-2020 Pak H Akhmad Dasuki memanen tanamannya dengan pengambilan sampel ubinan dengan hasil yang sangat memuaskan 9,58 ton per hektar. Salah satu pengalaman Ketua Kelompoktani DEWI SRI I menanam varietas padi hasil dari peneliti BADAN LITBANG PERTANIAN, sangat terasa sekali manfaatnya buat petani Luas lahan yang digarap oleh pa haji 0,25 hektar dengan umur benih 18 hss, pemupukan berimbang dengan pupuk majemuk Urea 50kg, NPK Phonska 50 kg, saat masa pengisian malai ditaburkan 10 kg Npk mutiara. Sistem ubinan yang kami pakai, kami tidak pakai 2,5 x 2,5 m karena jarak tanam di BPP Bangodua sudah tidak sesuai anjuran lagi, tidak sistem tegel 25 x 25cm tapi jarak tanam yang diterapkan kebanyakan petani SISTEM SALOME, dengan buat kepala kanan kiri, tengahnya ditanam sekitar 3-4 tanaman dengan jarak sesuai pandangan mata. Ukuran ubinan : 2,52 x 2,27 = 5,74 Hasil ubinan : 5,5 kg Jumlah anakan rata rata : 28 batang Jumlah rumpun : 7 x 6 = 42 Produktivitas/ha : 95,80 kuintal Demikian kegiatan sample panen di kelompoktani Dewi Sri tentang keunggulan Varietas Inpari 32, masyarakat merasa senang, merasa dibantu atas keberhasilan badan Litbang pertanian dalam penyediaan benih unggul baru semoga kedepan bisa didapatkan varietas varietas baru yang dirilis oleh pemerintah untuk peningkatan produktifitas usaha tani padi. Oleh Tarminah, SP. Penyuluh Pertanian Madya BPP Bangodua Indramayu