Loading...

Petani Ds. Mojorejo Kec. Jetis Kab. Mojokerto Terapkan Teknologi Persemaian Kering

Petani Ds. Mojorejo Kec. Jetis Kab. Mojokerto  Terapkan Teknologi Persemaian Kering
Petani Ds. Mojorejo Kec. Jetis Kab. MojokertoTerapkan Teknologi Persemaian KeringOleh : Nur Saifudin A , SPPPL Kec. Jetis Kab. MojokertoTeknologi tepat guna merupakan istilah yang menggambarkan penerapan suatu jenis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Teknologi tepat guna pada umumnya menghubungkan teknologi tradisional dengan teknologi modern. Hal ini dilakukan supaya masyarakat bisa beradaptasi dengan mudah dalam menggunakannya, khususnya teknologi tepat guna di bidang pertanian. Salah satu bentuk teknologi pertanian yang dikembangkan oleh petani di Ds. Mojorejo Kec. Jetis Kab. Mojokerto adalah teknologi persemaian kering. Usaha persemaian kering yang dilakukan oleh petani tersebut berawal dari bantuan mesin tanam padi yang diberikan oleh pemerintah yang kemudian dikembangkan dengan usaha persemaian. Teknologi persemaian kering adalah teknologi persemaian dalam kotak semai yang dilapisi filter plastic. Kelebihan dari penerapan persemaian kering adalah tidak memerlukan tempat yang luas, pengawasan terhadap hama penyakit lebih mudah, mudah untuk dipindahkan dan memangkas ongkos produksi. Alat dan bahan yang digunakan untuk persemaian kering juga tergolong mudah antara lain, benih padi, media tanam (blotong, pupuk organic, tanah), kotak semai/tray, plastik. Berikut persiapan yang perlu dilakukan untuk budidaya persemaian kering.Persiapan BenihBenih yang akan di tanam di rendam terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam, kemudian di peram selama 2 x 24 jam, tujuanya agar menghilangakan proses dormansi, hal ini di tandai dengan munculnya akar – akar kecil pada biji menandakan siap di tanam.Persiapan Media Tanam Untuk media tanamnya dapat menggunakan tanah yang sudah tercampur oleh blotong dan pupuk organic. Ukuran dapog untuk mesintransplantermempunyai lebar 18,3cm dan panjang sekitar 58cm. Secara teknis, penggunaan persemaian metode ini diawali dengan menyemai benih di atas bedengan yang dibatasi dengan bilahan bambu dan diberi alas dari plastic. Plastik dapat digunakan dengan jenis apapun seperti terpal, plastik hitam, plastik kantung dll, dengan catatan plastik harus benar-benar utuh dang tidak cacar karena jika bocor air akan mudah larut.Semai Benih dengan Alat Penabur Benih (Seeder)Rel terbuat dari kayu ukuran 5 x7 cm sebanyak 2 batang yang lurus dan dihaluskan atau dari besi siku ukuran 4 x 4 cm sebanyak 2 batangAtur dapok/tray yang sudah diisi dengan mediaLetakan rel ditepi dapok disesuaikan dengan lebar alat, pastikan pada kondisi dan berada di tengahAtur tebal pengeluaran benih padi sebelum dilakukan kalibrasiTutup dengan terpal/plastic/karung plastic tindih dengan kayu agar tidak terlipat apabila terkena angin. Biarkan 3-4 hari selanjutnya penutup dibuka, lalu disiram air sampai basah atau diairi setinggi 2-5 cm.PerawatanPenyiraman rutin dilakukan sejak bibit berumur 4 hari sampai bibit siap tanam. Penyiraman dilakukan secara merata, terutama pada bagian pinggir dapog setiap 1-2 hari sekali pada waktu pagi. Penyiraman dilakukan sampai air terlihat menembus pada bagian bawah dapok. Bibit padi dalam dapog dapat dipindahtanamkan saat berumur 14 hari dan paling akhir adalah 18 hari setelah semai. Pengambilan bibit dengan model persemaian kering menggunakan dapog dapat langsung digulung sedangkan jika persemaian dengan model persemaian hamparan di sawah benih harus dipotong sesuai ukuran mesin tanam.Keuntungan dari persemaian menggunakan sistem dapog ini adalah diantaranya petani dapat menghemat tenaga kerja, waktunya yang singkat, benih mudah diangkut karena langsung digulung bersama alasnya, dan juga sesuai dengan cara tanam mekanis, misalnya dengan mesin penanam(trasplanter).