PETANI JUWANGI MERAUP UNTUNG DARI JAGUNG Jagung merupakan komoditas yang cukup penting dan masuk dalam komoditas utama yang diprioritaskan dalam kabinet kerja. Produksi jagung nasional baru mencapai 20,5 Juta ton, berbanding terbalik dengan kebutuhan nasional yang mencapai 25 Juta Ton. Kondisi Seperti ini sangat menarik bagi petani karena menciptakan iklim usaha yang kondusif. Terlebih bagi Petani di Kecamatan Juwangi. Mereka menangkap peluang ini dengan menanam jagung dilahan tegakan ( tumpangsari Jati dengan Jagung di lahan hutan). Mbah Ngatemin yang merupakan petani pemenang lomba jagung terbesar dari produsen benih Pioneer devisi purwodadi Kegiatan dimulai dari:1. Pemilihan benihBenih jagung yang dipilih adalah benih jagung hibrida. Biasanya benih sudah dibubuhi fungisida dan insektisida yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari berbagai penyakit.2. Penyiapan lahanTanah dibawah tegakan rata-rata gembur dan aerasi yang baik. Lahan cukup di semprot dengan herbisida untuk membersihkan gulma, kemudian dibuat lubang tanam dengan jarak 20 cm x 70 cm dan diisi dengan pupuk organik.3. Waktu dan cara tanamMbah Ngatemin petani desa Krobokan kecamatan Juwangi menyatakan bahwa “ Waktu yang tepat untuk tanam jagung pada musim tanam I adalah bulan sembilan setelah ada tanda tanda mendung mulai tebal”. Hal ini bertujuan agar daya tumbuh benih lebih baik dan bisa melaksanakan 3 kali tanam dalam setahun. Bagi petani di Kecamatan Juwangi peran Pupuk organik sangat vital sebagai pupuk dasar karena dapat menjaga ketersediaan air lebih baik.pemupukan susulan dilakukan pada saat jagung berumur 15 hari dan 35 hari dengan pupuk kimia urea dan Phonska.Penyiangan pada umur 4 minggu setelah tanam, dengan cara menyemprot gulma dengan herbisida selektif. Cara ini jauh lebih efektif dibanding dengan cara konvensional (dangir) dan dapat menekan biaya hingga 60 % serta dapat menghemat waktu. Jagung dapat dipanen pada umur 95-110 hari. Produktivitas Rata-rata di kecamatan Juwangi adalah 8 ton perhektar. Menurut Mbah Ngatemin titik impas biaya produksi adalah Rp.1800,-/Kg. Saat harga bagus, dari lahan seluas 3 Ha yang dimilikinya ia mendapatkan keuntungan bersih Rp. 28.800.000,-/Musim tanam. Maka tak heran apabila dalam setiap musim tanam, mbah Ngatemin selalu menambah jumlah ternak sapinya.