Loading...

PETANI KAMPUNG KOTO RINGIN MELAKSANAKAN BUDIDAYA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE AERO HYDROCULTURE

PETANI KAMPUNG KOTO RINGIN MELAKSANAKAN BUDIDAYA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE AERO HYDROCULTURE
Mempura - Bertempat di kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura (4 Juli 2019), agar bisa meningkatkan hasil perkebunan kelapa sawit nya sangat luar biasa, petani mulai sadar hasil (TBS) selama ini tidak sesuai harapan. Untuk diketahui bersama 85% areal perkebunan kelapa sawit masyarakat koto ringin adalah lahan Gambut. Berdasarkan kondisi potensi yang ada maka dicetuskan suatu ide oleh Koprasi Unit Desa (KUD) Koto Ringin yang berkerja sama dengan LIPI serta Dinas Pertanian Kab. Siak melaksanakan model atau kegiatan budidaya tanaman perkebunan kelapa sawit dengan pola Aero Hydroculture. Aero Hidrocultur adalah salah satu metode budidaya perkebunan kelapa sawit dengan mempertahankan level air. kegiatan yang langsung diinisiasi oleh Prof. Osaki yang merupakan peneliti dari negeri sakura (Jepang) dan juga didampingi oleh TIM Peneliti LIPI. Dalam kegiatan model Aero Hydroculture ini adalah dengan membuat skat kanal di saluran-saluran air yang ada diperkebunan rakyat. Skat kanal ini berfungsi untuk mempertahan kan level ketinggian air di angka 40 Cm dari muka tanah. Selain Kegiatan pembuatan skat kanal tak kalah pentingnya adalah mengmbalikan unsur hara tanah dengan membuat pupuk kompos/organic. Target dari kegiatan ini adalah memberikan peningkatan pada hasil produksi kabun sawit rakyat dan berdaya saing bagus pada hasil tandan buah segar (TBS). Dengan model Aero Hydroculture ini kelak diharapkan dapat meningkatkan penghasilan petani dan mendongkrak harga TBS petani dan menjadikan kebun kelapa sawit rakyat yang lestari. admmDD