Pernyataan tersebut diatas dilontarkan oleh Ketua Kelompok Tani Desa Peunauron Baru dari Kabupaten Aceh Timur, pada Acara Temu Wicara dengan Menteri Pertanian, Gubernur Aceh, Bupati Aceh Timur, Kepala Badan Litbang Pertanian dan para pejabat dari pusat dan Pemprov Aceh serta Pemda Aceh Timur pada tanggal 15 April 2012 pada Launching Gerakan Tanam Kedelai Nasional. Acara launching tersebut dipusatkan di lahan kering dengan topografi bergelombang dan berbukit di wilayah Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, yang dihadiri lebih dari 500 orang terdiri dari para petani kedelai, penyuluh, 7 Kepala Dinas Pertanian Provindi dan Kepala BPTP dari Aceh, Sumut, Jateng, DIY, Jatim, NTB dan Sulsel, serta para pejabat Pusat dan daerah. Pada sambutannya, Bupati Aceh Timur menjelaskan bahwa wilayah Aceh Timur memiliki 423.000 jiwa yang menempati 24 Kecamatan dan memiliki hamparan lahan kering cukup luas dan lahan sawah yang berpotensi untuk pengembangan kedelai. Tahun 2012 Pemda Aceh Timur akan mengembangkan kedelai seluas 24.000 ha dan 19.000 ha diantaranya di lahan sawah tadah hujan. Bupati Aceh Timur memohon kepada Menteri Pertanian agar para peneliti bersedia membantu mengembangkan pertanian di Aceh Timur, khususnya kedelai, dan segera mengeluarkan HPP untuk kedelai agar dapat memacu petani mau menanam kedelai kembali seperti masa jayanya dulu pada tahun 2004. Disisi lain, permintaan Bupati Aceh Timur tersebut sesuai dengan inti dari sambutan Kepala Badan Litbang Pertanian bahwa Litbang akan mengembangkan laboratorium lapang di wilayah ini seperti demfarm padi gogo, kedelai, ayam KUB dll. Sesuai arahan Menteri Pertanian, Badan Litbang Pertanian akan terus mendiseminasikan hasil-hasil penelitiannya. Melalui penderasan inovasi teknologi unggulan, diharapkan petani dapat segera menerapkan di lahan mereka sehingga dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Gubernur Aceh menjelaskan bahwa Pemprov Aceh bertekad menjadi lumbung kedelai dengan mengembangkan kedelai ribuan hektar di beberapa kabupaten seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Barat Daya dll dengan program SLPTT kedelai. Untuk itu Gubernur Aceh mengharapkan agar pemerintah pusat mendukung berupa bibit kedelai unggul, tenaga ahli kedelai, dan pembiayaan untuk membantu modal petani menanam kedelai. Sambutan Menteri Pertanian pada acara tersebut menekankan bahwa adanya semangat Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Timur serta petani kedelai di wilayah Aceh akan mengangkat produksi kedelai regional dan nasional. Selain itu, Menteri Pertanian menasehati para petani, khususnya ibu-ibu petani, agar lebih banyak mengkonsumsi protein disamping karbohidrat, yang bersumber dari daging sapi, kambing, ayam, dan kelinci. Sehubungan dengan permintan petani pada acara temu wicara, Menteri Pertanian menjelaskan 1) Para petugas THL diharapkan tetap bersemangat kerja di bidang penyuluhan dan akan tetap dipertahankan sampai 2014, 2) Jika petani kesulitan untuk memperbaiki irigasi tersier dapat diusulkan kepada kementerian Pertanian melalui Dinas terkait di daerah. Jika irigasi sekunder dan primer, apalagi waduk, maka sebaiknya menghubungi Kementerian PU, dan 3) Untuk benih unggul yang dapat dihasilkan sendiri oleh petani, Badan Litbang Pertanian diharapkan dapat melatih petani untuk dapat memproduksi benih sendiri khususnya kedelai dan padi gogo. Pada akhir sambutannya, Menteri Pertanian mengharapkan agar Gerakan Tanam Kedelai yang diawali di Aceh Timur ini dapat dikembangkan di provinsi lainnya seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan.