Loading...

PETANI LADA DAN PENYULUH MAGANG KE LAMPUNG TIMUR

PETANI LADA DAN PENYULUH MAGANG KE LAMPUNG TIMUR
Dalam rangka meningkatkan produksi lada, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan terus melakukan peningkatkan sumber daya petani lada yakni pengetahuan, keterampilan dan perubahan perilaku petani lada serta para penyuluh di Kabupaten Bangka Tengah. Tahun 2013 produksi lada Kabupaten Bangka Tengah dengan produktivitas 1.2 ton/ha/th, sedangkan potensi produksi lada dapat mencapai 2.0 ton/ha.Salah satu upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani lada, Pemerintah Daerah Bangka Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan melakukan kegiatan magang bagi petani lada selaku pelaku utama penghasil lada dan para penyuluh selaku pendamping dan membina petani lada. Baru-baru ini Para petani dan penyuluh di magangkan ke Desa Sukadana Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung.Kabupaten Lampung timur merupakan salah satu kabupaten penghasil lada bagi Provinsi Lampung yaitu dengan Lada Hitam-nya, dimana pada saat itu dengan kejayaannya "Lampung Black Pepper". Salah satu teknologi yang mendukung kebarhasilan para petani di Lampung timur adalah tajar yang digunakan adalah tajar hidup. Tajar hidup yang digunakan seperti dadap, gamal dan randu. Oleh karena itu teknologi inilah yang diharapkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tengah dapat di terapkan oleh petani lada di Kabupaten Bangka Tengah. Umumnya petani di Kabupaten Bangka Tengah masih menggunakan tajar mati. Mengingat ketersediaan tajar mati semakin berkurang, oleh karena itu dengan teknologi menggunakan tajar hidup merupakan solusi untuk mengatasi berkurangnya ketersediaan tajar mati. Umumnya masa panen dengan menggunakan tajar mati hanya 2-4 kali dengan usia tanaman 4-5 tahun. Sedangkan dengan menggunakan tajar hidup berpotensi masa panen 8-10 kali dengan usia tanaman 10 – 15 tahun. Kagiatan magang ini berlangsung selama 3 hari (14 -16 Oktober 2014) di Gapoktan Cahaya Baru. Dengan peserta 12 orang petani lada dan 6 orang penyuluh pertanian serta 3 orang pendamping oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan. Para peserta sangat antusias mengikuti magang tersebut. Jika sudah kembali nanti, mereka ingin menerapkan teknologi menggunakan tajar hidup di kebun lada mereka. Sedangkan para penyuluh dapat menyebarkan teknologi ini ke para petani di wilayah binaan mereka. Selama magang peserta mendapatkan materi dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Lampung Timur, dan Ketua Gapoktan Cahaya Baru.Dengan kegiatan magang ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan petani dan para penyuluh serta yang terpenting adanya perubahan perilaku petani yang tadinya menggunakan tajar mati mulai beralih menggunakan tajar hidup. Sebagai Rencana Tindak lanjut Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Tengah akan mendukung dalam mengembangkan teknologi menggunakan tajar hidup. Beberapa kegiatan yang nantinya akan mendukung yaitu menyediakan kebun induk tajar hidup yang nantinya dapat dimanfaatkan okeh petani lada di Bangka Tengah atau memberi bantuan langsung berupa bibit tajar hidup ke petani lada. (Oleh: Ahmad Syarofi, SST., Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangka Tengah)