BP4K – PINRANG, Penggunaan teknologi pertanian mulai dilirik beberapa kelompok tani, diantaranya teknologi mesin tanam padi (Rice Transplanter). Salah satunya yang dilakukan kelompok tani Siporennu dan Saridodo Sabtu (27/2/2016), bertempat di Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang yang melakukan uji coba penanaman dengan menggunakan rice transplanter. Dian Engriany, SP mengatakan "kegiatan ini merupakan suatu pengenalan teknologi kepada para petani yang tergabung dalam poktan Siporennu dan beberapa poktan yang ada di Kelurahan Benteng Sawitto, hal ini bertujuan agar petani memiliki minat untuk menggunakan mesin tanam rice transplanter mengingat terbatasnya tenaga tanam disetiap musim tanamnya", ungkap Penyuluh Pertanian Paleteang ini."Penggunaan alat jenis transplanter cukup membantu kerja petani seperti saya ini", ucap Dahlan, ketua poktan Siporennu ini."Menanam dengan ini bisa lebih menghemat waktu dan tenaga, tanaman juga rapi," terang Koordinator Penyuluh .Uji coba ini dihadiri oleh koordinator penyuluh H. Amir Jafar, SP.,M.Si, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Paleteang H.Syafruddin Tahir, SP, PPK Paleteang Nasriani, SP, Babinsa Benteng Sawitto Akbar, PPL Benteng Sawitto Uniati, SP, Dahlan ketua poktan Siporennu, ketua poktan Saridodo Bachtiar dan petani yang ada di wilayah Kelurahan Benteng SawittoMesin Rice transplanter ini dijalankan hanya satu tenaga operator dan satu orang asisten. Untuk tanam padi seluas 1 ha hanya dibutuhkan waktu 2-3 jam /ha di bandingkan dengan cara tradisional yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Mesin Rice Transplanter menggunakan mesin jauh lebih efisien dalam hal tenaga dan waktu. (Shr)