Loading...

PETANI SIPARAPPE MEMANFAATKAN MOBIL KLINIK PERTANIAN

PETANI SIPARAPPE MEMANFAATKAN MOBIL KLINIK PERTANIAN
Kunjungan mobil klinik pertanian di kelurahan Siparappe, Kecamatan watang sawitto Selasa (19/01/2016), di sambut antusias oleh kelompoktani dan anggotanya, petani yang hadir sekitar ± 200 orang dan melakukan konsultasi pada mobil klinik pertanian diantaranya ada yang membawa sampel tanah, pertanaman yang terserang OPT, jenis hama yang mereka dapatkan di lokasi persawahan.Dari hasil sampel tanah yang diuji bersama memperlihatkan bahwa dosis pupuk pada hamparan sawah Rekomendasi N = 250 – 300 kg/ha, TSP = 50 kg/ha. dan di anjurkan menggunakan pemupukan dengan dosis berimbang, karena pada umumnya penggunaan pupuk oleh petani masih cenderung kepada penggunaan pupuk N, sedangkan pupuk P, K dan pupuk Organik masih kurang mendapat perhatian. Anjuran teknologi pemupukan untuk tanaman padi dan didasarkan atas Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) dan anjuran di daerah sudah mencakup penggunaan N, P, K dan S. Khususnya pada tanaman padi , dosis anjuran pemupukan N pada musim hujan lebih rendah daripada musim kemarau pada tingkat dosis P, K dan S yang sama. Pupuk anroganik utama yang digunakan untuk keperluan tanaman pangan dan hortikultura adalah pupuk Urea, SP-36, KCL dan ZA. Manfaat dari masing-masing jenis pupuk tersebut berbeda satu sama lainnya dan sifatnya saling melengkapi terhadap pertumbuhan tanaman, serta di anjurkan kepada petani agar tidak membakar jerami karena penggunaan jerami sebagai bahan pupuk memang jarang petani yang menggunakannya, biasanya jerami hanya dibiarkan hingga membusuk dalam tumpukan dipinggir sawah, setelah busuk baru dilemparkan kembali ke lahan. Banyak cara mengolah jerami sebagai pupuk organik yang memiliki kandungan nitrogen tinggi pengganti urea dan pupuk berunsur N lainnya. Selain itu salah satu jenis hama yang di dapatkan yaitu penggerek batang karena terlihat kelompok telur penggerek dengan menggunakan bantuan alat digital mikroskop, sehingga diberikan pemecahan masalah penggerek batang oleh petugas POPT Abdul Mukhlis, SP. Kepala BP3K Kec. Watang Sawitto H. Kaharuddin, SP. MSi mengatakan dengan adanya Mobil Klinik Pertanian sangat membantu dalam mempercepat transfer teknologi dan pemecahan masalah ke petani. Dan Semoga Mobil klinik ini bukan hari ini saja datang ke Kecamatan Watang Sawitto, Kalau bisa semua kelurahan Di Kecamatan Watang Sawitto bisa di kunjungi. Selain kunjungan mobil klinik pertanian juga dirangkaikan dengan pemberantasan hama tikus secara massal, sebagai salah satu pemecahan masalah yang dihadapi oleh petani, untuk menekan populasi hama tikus di Kelurahan Siparappe, pada kegiatan pemberantasan tikus ini juga di bagikan bantuan alat pengendalian berupa emposan Tiran oleh Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Pinrang, Kegiatan ini di hadiri oleh lurah Siparappe, kepala BP3K Watang Sawitto, PPL se kecamatan Watang Sawitto, pak Danramil dan babinsa, babinkantibmas, POPT dan Tim Buser OPT Distanak.