Memasuki Musim Tanam Padi 2019-2020, PT Petrokimia Gresik (PG) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sampang kembali mensosialisasikan pentingnya pemupukan berimbang pada lahan pertanian pada Hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019 di Aula BPP Kecamatan Pangarengan, dengan tujuan, agar meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan pelaku utama dan usaha tentang pemupukan berimbang sehingga kebutuhan hara tanaman terpenuhi dan produktivitas tanaman dapat dicapai. Pertemuan yang diadakan di BPP Pangarengan Sampang Kabupaten Sampang dan dihadiri Dinas Pertanian, Petugas POPT, PPL BPP Pangarengan, perwakilan kelompok tani se Kecamatan Pangarengan. Menurut perwakilan Petrokimia Gresik bahwa kegiatan ini adalah upaya Petrokimia Gresik dalam menyambut musim tanam Oktober-Maret 2019-2020. pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai ketersediaan unsur hara penting dalam tanah. Dengan cara penggunaan pupuk organik sebagai pembenah tanah yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sehingga tanah dapat menyerap pupuk anorganik secara efektif dan efisien. pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh Petrokimia Gresik adalah 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska Plus, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektare lahan padi. Serta pembenah tanah Kapur Pertanian 1-2 ton per hektare untuk meningkatkan pH tanah. Ini adalah formulasi pemupukan yang sudah teruji paling efisien dan hasilnya optimal,” ujarnya. Selain penggunaan pupuk organik, Petrokimia Gresik juga mendorong pemanfaatan pupuk NPK untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Dalam hal ini adalah pupuk NPK Phonska Plus, yaitu produk pupuk non-subsidi retail kemasan 25 kg yang mulai diperkenalkan Petrokimia Gresik. Phonska Plus juga mengandung unsur hara Zink. Ini adalah unsur hara mikro yang tidak ada pada NPK Phonska bersubsidi," tutur dia. Jadi Phonska Plus ini merupakan solusi atas permasalahan tanah Indonesia yang kami tawarkan kepada petani. Selain dapat meningkatkan produktivitas, penggunaan NPK Phonska Plus juga dapat mengembalikan unsur hara Zink yang kandungannya sudah sangat minim saat ini”. Moh Sairi SE selaku Kepala Seksi Sarana Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian menyampaikan bahwa pemupukan berimbang adalah hal yang sangat penting untuk disosialisasikan kepada petani saat musim tanam. Hal ini mengingat alokasi pupuk bersubsidi nasional bersifat terbatas dan ada kecenderungan petani berlebihan dalam pemupukan. Harapan kami melalui lahan percobaan ini petani akan melihat langsung hasilnya, sehingga bisa diadopsi oleh petani lainnnya,” tambah Saeri. Sedangkan Koordinator BPP Pangarengan Hari Suseto, SP, mengatakan Dinas Pertanian melalui BPP Pangarengan selalu mendorong petani untuk menggunakan pemupukan berimbang. Dengan kombinasi pupuk organik dan anorganik adalah solusi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan secara bersamaan mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Dengan begitu kandungan unsur hara penting pada tanah tetap terjaga, pertanian kita bisa berkelanjutan. Pada kesempatan ini juga dilakukan uji dengan tujuan mengetahui unsur hara N, P, K, dan pH tanah, sehingga kita bisa memberikan rekomendasi dosis pemupukan lebih tepat dan efisien karena didasarkan status hara tanah dan kebutuhan tanaman. Penulis : Hari Suseto, SP Admin BPP Pangarengan : Mailah, SP