Loading...

Petrokimia Gresik Sosialisasikan GP3 di Kabupaten Bangli

Petrokimia Gresik Sosialisasikan GP3 di Kabupaten Bangli
GP3 (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan) merupakan kegiatan dukungan dari Pertokimia Gresik terhadap Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli guna meningkatkan produksi padi di wilayahnya. Program kegiatan seperti ini untuk wilayah Bali baru dilaksanakan di dua Kabupaten yaitu Badung dan Bangli. Dasar dari kegiatan ini adalah : Inpres No. 5 Tahun 2011 : "Pengamanan Produksi beras Nasional dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim" dan Surat PTPI (Persero) No. U-1356 tgl 3 Agustus 2016 Tentang Penugasan Pelaksanaan PP-10 T tahun 2017 Bertempat di Ruang Pertemuan BPP Kecamatan Bangli pada hari Rabu 6 Juni 2018 Petrokimia Gresik mensosialisakan program GP3. Hadir pada kesempatan itu dari Dinas PKP yaitu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Kepala Bidang Produksi Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan, Koordinator Penyuluh Kecamatan Tembuku dan Bangli serta Penyuluh Pertanian yang mewilayahi tanaman pangan khususnya padi yang ada di wilayah Kecamatan Tembuku dan Bangli. Sedangkan dari Petrokimia Gresik hadir Bapak F Ardi Sumantyo selaku Penanggung Jawab Kegiatan GP3 Wilayah : Bali, NTB, NTT. Kegiatan GP3 di Kabupaten Bangli menyasar tiga kecamatan yaitu Kecamatan Susut, Bangli dan Tembuku. Persyaratan calon petani calon lahan (CPCL) GP3 yaitu :Petani• Diutamakan Kelompok Tani yang dapat menerima/tertarik terhadap inovasi teknologi baru.• Bersedia mengikuti petunjuk cara budidaya tanaman yang ditetapkan yang berkaitan dengan penggunaan pupuk dan mampu menyebarluaskan kepada petani sekitar.• Terdaftar dalam RDKK dan Kelompok Tani/ Gapoktan, serta mendapat rekomendasi dari distributor dan atau dinas pertanian. Lahan• Sentra pertanian dan lahan berada dalam satu hamparan.• Masa tanam : Mei – 31 Agustus 2018 dan yang tanggal Panen diperkirakan tidak lebih bulan Desember 2018 • Seluruh lahan padi : pengairan teknis, semi teknis, tadah hujan. Saat sesi diskusi di buka kesempatan itu betul-betul dimanfaatkan oleh para penyuluh untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan seperti petani yang menggunakan berapa jenis varietas dalam satu subak, tanam yang tidak serempak, pencantuman NIK (Nomor induk kependudukan) petani peserta GP3 dan masalah teknis lainnya dicarikan solusi pemecahan masalah pada saat itu juga agar nantinya bisa dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan pengawalan. Sebagai bentuk komitmen penyuluh dalam mensukseskan program ini pada hari itu juga dilakukan penandatanganan Surat Kesanggupan Petugas Kawalan GP3. Dalam surat tersebut memuat beberapa poin pernyataan bersedia melakukan :1. Membuat surat kesanggupan2. Memandu pembuatan surat kesanggupan kelompok tani yang ikur serta dalam GP#.3. Melakukan dan melaporkan dokumen kegiatan kawalan teknologi kepada validator.4. Laporan perkembangan tanaman5. Laporan dokumen hasil peninjauan6. Laporan berita acara panen 7. Menerima penggantian biaya operasional kawalan teknologi setelah dokumen lengkap dan diterima Posko GP3. Adapun indikator keberhasilan program GP3 yaitu target kawalan teknologi terealisasi dibuktikan dengan laporan tiap bulan oleh Petugas Kawalan sesuai tanggal pantauan selama musim tanam hingga dibuat Berita Acara Panen dan peningkatan produksi padi, mendapat kawalan dari Petugas Lapang, pemantauan Demplot GP3. Penulis : Dewa Made Merta, SPTHL TBPP