Petunjuk Teknis Panduan Budidaya Anggrek dari Botolan Oleh : HALIMATUSADIYAH, SP,MP WILAYAH KERJA PENYULUH PERTANIAN KAPASA RAYA, KELURAHAN KAPASA RAYA, KECAMATAN TAMALANREADINAS PERIKANAN DAN PERTANIAN. KOTA MAKASSAR,2019. Mengeluarkan Anggrek dari Dalam Botol Sekitar 7-8 bulan setelah berkecambah, anakan anggrek di dalam botol disebut dengan sedling. Sedling yang siap dikeluarkan mempunyai akar yang banyak dan kelihatan kokoh. Mengeluarkan sedling dari dalam botol harus berhati-hati. Sedling yang dikeluarkan dari botol sering tidak bisa beradaptasi ketika dipindahkan ke kompot karena telah hidup manja, dengan makanan yang sudah disediakan di dalam botol. Pengeluaran sedling dari dalam botol bisa dilakukan dengan dua cara sebagai berikut. Cara Pertama Siapkan baskiom yang berisi air bersih dan steril Pecahkan botol di atas baskom. Kaca pecahan botol akan tenggelam dan anakan angrek akan mengambang di atas permukaan air Cuci anakan angrek hingga bersih dan tidak terdapat agar-agar. Agar-agar yang masih menempel dapat menyebabkan tumbuhan jamur yang merugikan angrek. Rendam anakan di dalam physan (zat antijamur) dengan dosis 2-3 mg per satu liter air agar tidak ditumbuhi jamur Letakan anakan anggrek di atas koran dan angin-anginkan agar bebas dari air Setelah kering, pindahkan anggrek ke dalam kompot. Satu kompot bisa digunakan untuk 20-40 anakan anggrek, tergantung pada ukuran kompot dan besarnya anakan Cara kedua Buka tutup botol dan masukkan air sampai setengahnya G botol hingga tanaman dan akarnya terpisah dari agar-agar Keluarkan anakan anggrek menggunakan pinset atau kawat yang ujungnya dibengkokkan membentuk huruf “U”. Caranya dengan mengaitkan dan menarik kakar anakan anggrek keluar sampai terjatuh ke dalam baskom yang berisi air bersih dan steril Langkah selanjutnya sama dengan cara pertama Memindahkan Anakan ke Kompot Setelah anakan anggrek dikeluarkan dari dalam botol, langkah selanjutnya adalah menananmnya dikompot. Kompot yang digunakan 7, 12, 16, atau 20cm. Kompot tersebut tidak terlalu tinggi atau dalam, tetappi menyerupai cobek. (tempat membuat sambal dari tanah liat). Kompot ada yang terbuat dari tanah atau plastik. Media tanam yang digunakan bisa berupa pakis, sabut, kelapa, moss, akar kadaka, dan kulit pinus. Sebelum digunakan, media tersebut di dalam air selama 30 menit agar terbebas dari tanin atau zat perangsang pertumbuhan jamur. Langkah-langkah menanam anakan anggrek dalam kompot sebagai berikut: Potong-potong media tanam (pakis dan serutan kayu sepanjang 5-30 mm, serta kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batu bata, kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan batu bata, terumpung kelapa, dan sabut kelapa sebesar ibu jari.) Isi kompot dengan kerikil atau pecahan genting sebaesaribu jari sebanyak 1/3 pot Isi kompot dengan media tanam sapai sekitar 2 cm dibawah bibir kompot. Pindahkan anakan anggrek satu per satu ke dalam kompot. Satu buah kompot bisa memuat 20-40 anakan anggrek, tergantung pada besarnya kompot dan besar anakan anggrek Semprotkan pupuk cair organik aatu tumbuhkan pupuk organik untuk meningkatkan nutrisi 1-2 kali seminggu dengan dosis 2 gram atau 2 ml dalam 1 liter air Letakkan kompot di tempat teduh yang hanya menerima cahaya matahari langsung sekitar 20% Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembapan media tanam Setelah anakan anggrek yang berasal dari satu kompot ke dalam 3-5 kompot Setelah akar tumbuh baik, tingkatkanlah pencahayaan matahari secara bertahap Memindahkan Anggrek ke Dalam Pot Setelah tumbuh cukup besar dengan tingii sekitar 5 cm, anggrek siap dipindahkan ke dalam pot tunggal. Cara memindahkannya sebagai berikut Potong-potong media tanam (pakis dan serutan kayu sepanjang 5-30 mm, serta kulit pinus, arang, pecahan genting, pecahan bat bata, kulit pinus, arang, pecahan genteng, pecahan batu bata, terumpung kelapa, dan sabut kelapa sebesar ibu jari) Isi kompot dengan kerikil atau pecahan genting sebaesaribu jari sebanyak 1/3 pot. Pot yang digunakan bisa berukuran sedang dengan diameter 7 atau 12 cm. Isi kompot dengan media tanam sapai sekitar 2 cm dibawah bibir pot Pindahkan anakan anggrek satu per satu ke dalam kompot (satu tanaman satu pot) Tambahkan pupuk organik atau anorganik sesuai dengan aturan untuk menambah nutrisi. Pupuk organik berbentuk cair diaplikasikan dengan cara penyemprotan 1-2 kali Letakkan kompot di tempat teduh yang hanya menerima cahaya matahari langsung sekitar 20% Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembapan media tanam Setelah anggrek cukup besar dan dapat beradaptasi, intensitas cahaya matahari bisa ditingkatkan secara bertahap.