Loading...

Pgpr (plant Growth Promoting Rhizobakter)

Pgpr (plant Growth Promoting Rhizobakter)
PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakter) PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakter) merupakan sejenis bakteri menguntungkan yang hidup dan berkembang biak disekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidup secara berkoloni disekeliling area perakaran yang keberadaannya sangat menguntungkan bagi tanaman. Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga. PGPR juga bisa memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tumbuhan. Selain itu, ia juga menjadi biokatalis untuk mendukung tersedianya NPK dan asam-asam organik penting lainnya bagi tanaman. “Intinya, PGPR sebagai agen pelestarian lingkungan menjaga biodiversitas mikroba perakaran guna mendukung pertanian ramah lingkungan yang dapat meningkatkan hasil pertanian PGPR dapat digunakan sebelum perlakuan benih dengan cara benih direndam dalam larutan PGPR yang berfungsi sebagai perangsang munculnya tunas dan pertumbuhan akar. Dapat digunakan untuk bibit tanaman dengan cara dikocorkan pada akar 10 ml untuk 1 liter air. PGPR dapat juga digunakan untuk perlakuan tanah, perlakuan persemaian dan di pertanaman. Sedangkan untuk aplikasi PGPR sebaiknya menggunakan air hujan, air sumur atau air mineral jangan menggunakan air PAM. Perendaman benih padi dengan menggunakan PGPR dilakukan selama 24 jam dan pemeraman selama 36 jam dengan dosis 10cc/ltr dengan tujuan menginduksi mikroba baik pada benih. Sedangkan perlakuan pada pertsemaian dengan dosis yang sama bertujuan untuk mengurangi resiko serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT). Langka tersebut akan menghasilkan bibit dengan pertumbuhan yang bagus dimana jumlah perakaran yang dihasilkan mempunyai volume dan jumlah akar yang lebih banyak daripada benih yang tidak direndam dengan menggunakan larutan PGPR pada usia yang sama (usia pindah tanam 16-18 hari setelah tabur benih) . Selain mempengaruhi pada volume dan jumlah akar dengan adanya aplikasi perendaman benih dengan PGPR memberikan dampak pada saat pindah tanam, dimana dengan adanya perendaman PGPR bibit yang dipindah tanam tidak mengalami stagnasi pertumbuhan sedangkan pada benih yang tidak diperlakukan dengan perendaman PGPR mengalami stagnasi pertumbuhan yang biasanya akan berlangsung selama seminggu. Oleh : Imsabiyah, STP ( THL-TBPP BPP Sekaran )