Loading...

Pgpr Oleh Petani

Pgpr Oleh Petani
Salah satu petani yang sudah praktek membuat PGPR yaitu di Kabupaten Way Kanan. Pembuatan Biang PGPR bisa dengan menggunakan akar bambu. Bahan dan alat yang digunakan yaitu: air mineral dengan pH netral sebanyak 15 liter, akar bambu sebanyak 1 buah. Bambu yang digunakan yaitu bambu tua dan akar bambu yang diambil harus terhindar dari matahari. Kemudian ember bekas cat yang berukuran 25 kg yang sudah dibersihkan tanpa ada sisa cat sedikitpun, 1 buah plastik hitam tebal yang digunakan untuk menutup ember dan karet hitam 1 buah untuk mengikat plastik. Bagaimana proses pembuatannya? Pertama, akar bambu dibersihkan dengan air sampai tanahnya hilang. Setelah bersih dipukul dengan bambu sampai memar. Setelah bersih kemudian dimasukkan kedalam ember dan diisi dengan air ¾. Lalu ditutup rapat dengan plastik hitam dan diikat dengan karet dan disimpan di tempat sejuk dan tidak dibuka selama 5 sampai 7 hari. Terlebih dahulu disiapkan biang PGPR yang dibuat dari akar bambu sekitar 250 gram dan direndam dalam air selama tiga malam. Bahan: 20 liter air 1/2 kg dedak/bekatul Terasi 1 sdm air kapur sirih Cara membuat: Semua bahan dicampur dan direbus hingga mendidih kemudian didinginkan. Setelah dingin, dicampur dengan 1 liter “biang PGPR” dan ditutup rapat. Didiamkan satu hingga dua mingggu. Selain PGPR akar bambu, biang PGPR juga dapat dikembangkan menggunakan air kelapa segar ditambah gula merah (tetes tebu lebih baik) yang kemudian difermentasi selama seminggu. PGPR akar bambu dan PGPR kelapa yang telah jadi dapat diaplikasikan ke tanah sekitar tanaman dengan perbandingan 200 cc PGPR untuk 14 Liter air. Pembuatan biang PGPR juga dapat dengan menggunakan bonggol pisang dan akar putri malu. Bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan? No Nama Bahan Jumlah Keterangan 1. Air mineral/Galon 15 liter Ph air harus netral 2. Bonggol pisang 1 buah 3. Akar putri malu 6 buah 4. Ember bekas cat 25 kg 1 buah Harus dipastikan benar sudah bersih dari sisa cat 5. Plastic hitam tebal 1 buah Untuk menutup ember 6. Karet hitam 1 buah Untuk mengikat plastic Untuk pembuatan biang PGPR menggunakan bonggol pisang dengan proses sebagai berikut: Bonggol pisang dibersihkan dengan air mengalir. Cara membersihkan dengan sambil menarik-narik, akar yang terlepas saat ditarik halus, harus kita buang. Setelah itu, dipotong-potong dan bersihkan/dicuci. Baru kemudian disusun dalam ember Akar putri malu dipotong bagian akarnya, kemudian digebrak dengan kayu. Masukkan kedalam ember berisi bonggol pisang. Ember disi air ¾ dan ditutup dengan palstik hitam yang diikat karet. Simpan ditempat yang sejuk selama 7 hari. Untuk mengetahui apakah biang PGPR tersebut benar berhasil dapat dilakukan dengan menguji aktivitas bakterinya, yaitu dengan cara menyiapkan gelas aqua kosong, kemudian dibungkus bagian sisinya dengan kertas berwarna hitam. Isi dengan air. Selanjutnya teteskan biang PGPR yang telah dibuat. Bila tetesan biang PGPR menyebar dengan cepat artinya, bakteri yang dihasilkan aktif. Bila tetesan biang PGPR menyebar dengan berlahan artinya bakteri yang dihasilkan tidak aktif. Penulis : Nety Sumber : Berbagai Sumber