Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur melakukan pengembangan kawasan aneka tanaman cabai dengan sinergi bersama para petani, Penyuluh Pertanian dan Kementerian Pertanian (Kemtan). Koordinator BPP PATANGKEP TUTUI, LUKMANUL CHAKIM, mengatakan, terdapat dua jenis cabai yang dikembangkan yaitu, cabai rawit dan cabai besar. Program pengembangan tanaman cabai ini, telah ditetapkan di 4 Desa dengan total kawasan mencapai 16 hektare (ha), dengan rincian kawasan cabai rawit seluas 10 ha dan cabai besar 6 ha. "Program ini sudah jalan 3 bulan terakhir, dan terus kita kawal. Kita sudah petakan ada 4 Desa sentra pengembangan cabai besar, yaitu Bentot, Kambitin, Jango, Betang Nalong. Sementara sentra pengembangan cabai rawit ada di 2 Desa antara lain Ramania dan Pulau Padang," kata Koordinator BPP, di PATANGKEP TUTUI, SABTU (12/8/2017). Selain itu, lanjut dia, Pemkab Banyuwangi juga telah memberikan sarana dan prasana teknologi pertanian, selain pemberian pupuk dan pemberantas hama organik juga membuka sekolah lapang bagi para petani. "Kami telah menerjunkan 8 petugas penyuluh lapangan (PPL) yang terdiri dari 3 PPL dari Pemkab Banyuwangi dan 5 THL dari Kemtan. Sudah saya kumpulkan semua PPL untuk kawal program ini dan program-program terkait pertanian lainnya. Ini harus sukses," tegas KOORDINATOR BPP. Adapun dari sisi infrastruktur, lanjut KOORDINATOR BPP, Pemkab BARITO TIMUR memfasilitasi saluran irigasi bagi para petani. Produsen Cabai Terbesar di PATANGKEP TUTUI Koordinator BPP PATANGKEP TUTUI Barito Timur, LUKMANUL CHAKIM, menambahkan, Kambitin merupakan produsen cabai terbesar di PATANGKEP TUTUI (BARTIM). "Jadi selain meningkatkan pendapatan petani, program ini bisa menjaga ketersediaan komoditas cabai aman sepanjang tahun. Bukan hanya untuk Barito Timur, tapi juga daerah lain karena cabai dari sini memang rutin dikirim hingga ke Tabalong" ujar Koordinator BPP. Mendukung pelaksanaan pengembangan tanaman cabai ini, Dispertan melibatkan 4 kelompok tani. Kepada sejumlah kelompok tani yang mengembangkan tanaman cabai ini, pemerintah telah mengucurkan bantuan. Mulai benih cabai , pupuk organik, pupuk organik cair, NPK. Selain juga, pompa air, power sprayer, PH tanah, dan cultivator. Sistem tanam yang digunakan dalam program ini, kata Koordinator BPP PATANGKEP TUTUI, berupa manajemen pola produksi. "Proses penanaman tidak dilakukan secara serempak pada musim hujan atau awal musim kemarau saja, namun dijadwalkan secara bertahap bergantian sepanjang waktu tanpa menunggu musim tertentu," jelasnya. Penanaman cabai pun, imbuh dia, bisa dilakukan di musim kemarau, lantaran telah ada bantuan sumur pompa dari pemerintah dan swadaya para petani. "Dengan mengatur masa tanam, panen bisa diatur antar wilayah. Dengan sistem penanaman seperti ini, kebutuhan cabai di Barito Timur bisa terpenuhi sepanjang waktu. Selain juga fluktuasi harga akibat kelangkaan cabai di pasar bisa ditekan," ungkap Koordinator BPP.(LUKMANUL CHAKIM / PP. MUDA BARTIM KALTENG)