Hujan yang terus menerus dengan intensitas yang cukup tinggi pada awal bulan Maret 2015 cukup mencemaskan bagi para petani di wilayah Kabupaten Gunungkidul.Kecemasan ini juga dirasakan oleh para petani di kelompoktani Moro Jodo desa Grogol Kecamatan Paliyan, yang telah mengagendakan untuk panen raya padi gogo pada areal seluas 25 ha pada tanggal 5 Maret 2015. Kegitan panen raya padi gogo di kelompoktani Moro Jodo dihadiri oleh Kepala BP2KP Kabupaten Gunungkidul, Camat Paliyan, Dan Ramil dan Babinsa Paliyan , para Penyuluh Pertanian dan POPT dari BP3K Paliyan, perangkat Desa Grogol beserta seluruh anggota Poktan Morojodo.Sebagaimana laporan yang disampaikan oleh ketua poktan Morojodo, bahwa produksi padi pada MT 2014/2015 ini cukup memuaskan, hal ini disebabkan kondisi keragaan pertanaman dilapangan yang cukup bagus, tanpa ada gangguan OPT yang berarti. Disamping itu juga ditunjukkan dari hasil penimbangan dari 5 sampel ubinan dengan ukuran 2,5x2,5 m yang dilakukan bersama-sama antara para petugas dan pengurus kelompoktani menghasilkan produktivitas rata-rata sebanyak 108,16 kw/ ha gabah kering panen ( 100,8 ku/ha – 116,8 ku/ha GKP ). Jika konversi GKP – GKG 77 % ( Pusdatin Kementan,2007) maka rata-rata produktivitas gabahnya adalah 83,28 ku/ha GKG ( 77,62 ku/ha – 89,94 ku/ha GKG ).Tingginya produktivitas padi gogo rancah MT. 2014/2015 ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni :1. Persiapan Lahan yang cukup yakni masa pengolahan tanah berkisar 1-3 bulan sebelum tanam sehingga kondisi tanah cukup " dayung "( bahasa Jawa).2. Penggunaan varietas unggul bersertifikat yang sudah membudaya dikalangan para petani. Jenis varietas padi yang ditanam sebagian besar varietas Ciherang dan IR 64 dan yang baru diintroduksikan varietas Mekongga dan Inpari 19.3.Telah diterapkannya sistem tanam jajar legowo ( Tajarwo ) baik yang 2 : 1, 4:1 dan 5 :1.4. Penggunaan pupuk organik asal ternak yang sudah maindit dikalangan petani, didukung penggunaan pupuk anorganik yang cukup lengkap unsur hara makronya ( NPK ).5. Tidak adanya serangan OPT yang berarti yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.6. Sistem penyiangan dan pendangiran yang cukup intensif.7. Curah hujan yang cukup pada fase pertumbuhan tanaman padi.( Sumber : Trimulad DSw,SP/ PPA BP2KP Kab.Gunungkidul )