Loading...

Poktan Waibolen Dapat Alokasi Bawang Merah Biji 1 Ha

Poktan Waibolen Dapat Alokasi Bawang Merah Biji 1 Ha
Kelompok Tani Waibolen yang berkedudukan di Desa Pepageka Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur, NTT mendapat alokasi kegiatan Pengembangan Hortikultura Bawang Merah Biji seluas 1 Ha dengan sumber anggaran berasal dari APBD II Tahun Anggaran 2020. Karena mininmya alokasi luasan tanam maka diprioritaskan untuk 10 orang anggota poktan waibolen dengan luas tanam masing-masing 10 are. Hal ini disampaikan oleh ibu linda staf bidang tanaman pangan dan horti dinas petanian dan ketahanan pangan ketika melakukan identifikasi pada pertengahan februari 2020. Selanjunya pada tanggal 5 maret 2020 bertempat dilokasi kebun bapak udin kader di daerah irigasi waibolen, dilakukan sosialisasi tentang kegiatan yang dimaksud dan kegiatan sosialisasi ini langsung dihandle oleh bapak John Andong selaku Kepala Bidang Tanaman & Hortikultura DistanKP Kabupaten Flores Timur. Catatan penting yang dsampaikan oleh pakdi jon andong adalah terkait aspek budidaya mulau dari persiapan pesemaian hingga penanganan pasca panen. Hadir juga petani penerima dan manfaat didamping penyuluh pertanian dan koordinator BPP Nusa Tadon Kecamatan Kelubagolit. Berikut tahapan kegiatan budidaya bawang merah biji adalah : Pesemaian Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan, jarak antar bedengan 50 cm. Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang 2 kg/m2dan kapur pertanian 150 gr/m2, SP 18 100 gr/m2, dan KCl 50 gr/m2. Taburi bedengan dengan sekam padi setebal 10 cm lalu dibakar dan selanjutnya dibiarkan selama 1 hari. Ratakan bedengan, beri pupuk yang telah dipersiapkan kemudian aduk secara merata. Buat alur melintang dengan jarak 5-10 cm dan kedalaman 1 cm. Taburkan biji bawang merah ke dalam alur sebanyak 150-200 biji/alur, kemudian tutup alur dengan tanah halus. Kecambah akan muncul 5-10 hari setelah semai. Bila musim hujan sebaiknya bedengan ditutup dengan sungkup plastik selama 3-4 minggu.karena bila tidak bibit yang disemai saat kena hujan akan rusak dan busuk. Pengolahan Tanah Lakukan pengolahan tanah 2-4 minggu sebelum penanaman dengan kedalaman olah 25 cm. Buat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan dengan keadaan lapangan. Berikan pupuk dasar berupa pupuk ZA sebanyak 952 kg/Ha, SP 18 sebanyak 1.000 kg/Ha, pupuk KCl sebanyak 383 kg/Ha, 3 hari sebelum tanam sebanyak ½ dosis. Pupuk disebar merata diatas permukaan bedengan dan dicampur secara merata dengan tanah permukaan bedengan. Pasang mulsa plastik hitam perak dengan warna hitam menghadap permukaan bedengan. Lubangi mulsa plastik dengan jarak 10 cm x 10 cm dengan menggunakan kaleng susu yang didalamnya diberi bara api. Penanaman Lakukan penyiraman pada bedengan/lubang tanam terlebih dahulu untuk memberikan kelambaban tanah. Tanam bibit yang telah berumur 40-50 hari, 1 lubang 1 bibit. Tekan tanah disekitar pangkal tanaman dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah. Pemeliharaan Pada awal pertumbuhan sampai umur 3 minggu penyiraman rutin pagi dan sore hari, terutama sehabis hujan. Lakukan pemupukan susulan ¼ dosis masing-masing pada umur 30 hari dan 55 hari sejak tanam. Panen dan Pasca Panen Panen dilakukan saat tanaman berumur 65-75 hari setelah tanam, ditandai dengan daun sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah. Cara memanen adalah dengan mencabut tanaman dan menjemurnya dibawah terik matahari langsung atau diletakkan diatas para-para. Untuk dapat bertahan 1-2 tahun bila penanganan pasca panennya baik. Salah satu cara penyimpanan yang baik adalah dengan menyimpan diatas para-para. Oleh : Boro Bebe Riantobi / Penyuluh Pertanian Desa Pepageka / BPP Nusa Tadon Kecamatan Kelubagolit