Loading...

Pola Kebutuhan Air dan Hara Pada Tanaman Kapas

Pola Kebutuhan Air dan Hara Pada Tanaman Kapas
Pola Kebutuhan AirPola kebutuhan air tanaman kapas dan pola hujan di suatu wilayah harus dipertimbangkan untuk menentukan jadwal tanam, waktu dan jumlah pemberian air serta strategi-stretegi penyesuaian menghadapi penyimpangan hujan, atau terbatasnya ketersediaan air.Untuk memperoleh hasil optimal, kapas memerlukan 6000-9000 m3/ha selama 140-150 hari pertumbuhannya, yang berasal dari air hujan, air tanah maupun air irigasi. Sampai dengan kapas membentuk kuncup bunga, kebutuhan air hanya 1-2 mm/hari. Kekeringan pada periode ini akan menghambat pertumbuhan, mengurangi jumlah dan luas daun serta berkurangnya jumlah kuncup bunga. Kebutuhan air mulai meningkat setelah pembentukan kuncup bunga dan mencapai maksimal antara 8-10 mm/hari pada periode pembungaan dan pengisian buah. Pada periode ini kapas sangat rentan terhadap kekeringan karena akan menyebabkan keguguran kuncup bunga, bunga dan buah muda. Setelah buah pertama merekah, kebutuhan air berkurang namun masih tetap memerlukan air. Kekeringan pada periode ini akan menurunkan kualitas serat. Pada saat panen dikehendaki tidak ada hujan, namun tetap tersedia air sehingga diperlukan tanah yang mampu memegang air dalam jangka waktu yang agak lama. Pola Kebutuhan Air pada Lahan Tadah hujanPada lahan tadah hujan, jika seluruh kebutuhan air untuk kapas berasal dari air hujan, kebutuhan tersebut setara dengan 600-900 mm hujan. Jika dianggap kehilangan air akibat penguapan, aliran permukaan dan lain-lain sebesar 25-30%, maka kapas tadah hujan memerlukan Kebutuhan Air 800-1100 mm hujan selama 4-5 bulan. Pola pada Lahan Sawah/BeririgasiUntuk memulai menanam kapas tadah hujan, dibutuhkan air 2mm/hari atau 60 mm air (80-100 mm hujan) untuk memulai menanam kapas tadah hujan. Faktor-faktor seperti perkembangan tanaman, ketersediaan air tanah dan keadaan cuaca seperti suhu, radiasi, hujan, dan kelembaban akan menentukan waktu dan selang waktu pemberian air di lahan beririgasi. Jika air tanah yang dapat digunakan 50-100 mm, pada stadium pembungaan perlu pengairan tiap 6-12 hari. Pengairan dapat ditunda satu hari atau lebih jika terjadi hujan 8 mm atau kelipatan 8 mm. Pengairan perlu dipercepat 3 hari bila pengairan hanya 2 hari, dan mendapat panas dengan suhu lebih dari 40o C.Pola Kebutuhan Hara TanamanPenyerapan hara kapas berbeda pada berbagai umur tanaman. Penyerapan N, P dan K terjadi mulai fase berkecambah sampai dengan pemasakan buah, dan serapan hara terbanyak (lebih dari 80%) terjadi sejak pembentukan bunga sampai waktu pembentukan dan pemasakan buah (umur 35 – 120 hari). Pada awal pertumbuhuan kapas, serapan hara kurang dari 20%. Pada fase kecambah hingga kuncup bunga, serapan N hanya 10%, P 7 % dan K 7%. Pada fase kuncup bunga hingga fase pembungaan serapan N 30%, P 31% dan K 23%.Pada fase pembungaan hingga pembuahan, serapan hara N 40%, P 35% dan K 53%. Sedangkan pada fase pembuahan sampai dengan pemasakan buah, serapan N 20%, P 27% dan K 17%. Walaupun kebutuhan NPK pada awal pertumbuhan masih kecil, tapi hara tersebut perlu tersedia. Kekurangan N pada periode ini akan mengambat pertumbuhan dan mengurangi pembentukan kuncup bunga. Kekurangan P akan menghambat perkembangan akar, sedangkan kekurangan K akan mengurangi vigor tanaman, mengurangi ketahanan tanaman kapas terhadap kekeringan dan penakit. Dengan demikian, kekurangan hara tanaman pada fase pertumbuan tersebut akan berpengaruh langsung terhadap produksi. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan)Sumber: Pedoman Budidaya Kapas. Direktorat Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan 2011.