Loading...

POLA TANAM

POLA TANAM
PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam bercocok tanam, terdapat beberapa pola tanam agar efisien dan memudahkan kita dalam penggunaan lahan, dan untuk menata ulang kalender penanaman. Pola tanam sendiri ada tiga macam, yaitu : monokultur, polikultur (tumpangsari), dan rotasi tanaman. Tujuan ~Mengetahui dan memahami macam-macam pola tanaman ~Mengetahui dan memahami pola tanam berdasarkan kondisi lahan ~Mengetahui dan memahami penetapan awal musim pada tumpang sari ~Mengetahui contoh-contoh pola tanam ~Mengetahui keuntungan dan kelemahan pola tanam tumpangsari Pola Tanam Pola tanam dapat disusun sesuai kebutuhan petani. Pemilihan jenis tanaman budidaya umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Diketahuinya ketersediaan air disuatu daerah dengan adanya neraca air maka penentuan pola tanam dalam satu tahun dapat diatur sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Penentuan pola tanam sangat dipengaruhi ketersediaan air. Maka dari itu, ketika waktu defisit air penentuan pola tanam akan berbeda jika air dapat ditambahkan ataupun tidak dapat diberikan penambahan air. Lima Model Pola Tanam : Padi - Padi - Padi Jika air saat terjadi defisit dapat disediakan maka dapat dilakukan penanaman padi sepanjang tahun. Padi - Padi - Palawija Penanaman dengan pola tanam padi-padi-palawija dapat dimulai dengan penanaman padi pertama saat awal musim yaitu awal nopember. Padi - Padi - Bera Untuk memperbaiki keadaan tanah maka disamping dilakukan penanaman dapat juga dilakukan pemberoan Padi - Palawija - Bera Menurut rekomendasi Oldeman, pola tanam yang sesuai untuk tipe iklim ini yaitu hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun tergantung pada adanya persediaan air irigasi. Padi - Padi Jika penanaman padi akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun tanpa kegiatan lagi.