Loading...

POLA TANAM PEPAYA MADU DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SPRINGKEL DI KAMPUNG MINAS TIMUR

POLA TANAM PEPAYA MADU DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SPRINGKEL DI KAMPUNG MINAS TIMUR
Budidaya Pepaya Madu di Kampung Minas Timur Kecamatan Minas Kabupaten Siak selama ini masih dilaksanakan secara tradisional, hal ini memiliki kendala yang dirasakan selalu masalah kekeringan. Bahkan hingga saat ini hal tersebut kerap terjadi. Untuk mengantisipasi masalah tersebut kelompok tani Bina Bersama bekerja sama dengan PPL untuk memecahkan kendala tersebut, dari hasil kesepakatan kelompok Bina Bersama mencoba menggunakan teknologi springkel. Memang hal ini cukup beresiko karena akan memakan biaya yang sangat tinggi. Pada awal bukaan lahan pertama hanya untuk lahan luasan 1 Ha saja. Sedangkan untuk bukaan lahan kedua luasannya mencapai 3 Ha yang memakan biaya lebih dari 100 Juta rupiah. Dengan penuh keyakinan ketua kelompok tani Bpk. Kumir Ginting tetap melaksanakan ide ini. Pelaksanaan kegiatan ini telah dimulai awal 2016, dengan pola pemupukan berimbang dan penggunaan teknologi springkel saat ini pepaya madu sudah mulai berproduksi, dengan hasil produksinya kurang lebih 700 sampai dengan 1.000 Kg per satu kali panen, dengan harga jual Rp. 3.500 per kg nya ambil dikebun petani. Dengan masa produksi sampai 4 (empat) tahun, kebun ini dapat menghasilkan kurang lebih Rp. 19.600.000 per bulannya. melihat hasil yang didapat menanam pepaya dengan sistim springkel ini cukup menjanjikan. Hal ini lah yang membuat Bapak Kumir Ginting mendapat juara II Tingkat Kabupaten Siak Th. 2016.