Loading...

POLA TANAM TUMPANG SARI

POLA TANAM TUMPANG SARI
Pada lahan kering, ketersediaan air merupakan faktor pembatas dalam usaha budidaya tanaman. Kondisi NTT yang memiliki bulan basah hanya 3 -4 bulan merupakan tantangan terdiri dalam budidaya pertanian. Untuk mengurangi resiko kegagalan biasanya petani menerapkan pola tanam tumpang sari. Dengan harapan apabila salah satu komoditi mengalami kegagalan, masih ada harapan pada komoditi lainnya. Ketika dua atau lebih tanaman tumbuh bersama maka akan terjadi interaksi, masing – masing tanaman harus diberi ruang yang cukup untuk memaksimalkan kerjasama dan meminimalkan kompetisi. Seperti yang diterapkan pada Kelompok Tani Kelurahan Penfui. Dengan arahan dan bimbingan dari PPL, di terapkan pola tumpang sari jagung – kacang panjang, jagung – ubi kayu, jagung – kacang tanah. Dengan menerapkan jarak tanam jagung yang lebar yaitu 70 – 100 cm untuk jagung – kacang panjang dan 200 cm untuk jagung – kacang tanah diharapkan dapat mengurangi kompetisi antar tanaman. Dari hasil ubinan jagung diperoleh hasil : pada Kelompok Sadar Tani berat ubinan = 4,660 kg. Kelompok Tani KWT Harapan Kasih berat ubinan = 5,930 kg. Di kelompok Tani Haumat berat ubinan = 4,109 kg lepas kulit. Oleh : Fredrik D. Saudale, S.Pt, Kepala BP3K Maulafa / Koordinator PPL Kec. Maulafa